Diduga Korupsi Kredit Modal Rp 5,9 M, Nasabah-Pegawai Bank di Sumsel Ditahan

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 20:08 WIB
Kejari Prabumulih menetapkan 2 orang tersangka terkait dugaan korupsi kredit modal kerja di salah satu bank BUMN sehingg menyebabkan negara rugi Rp 5,9 miliar. (dok Istimewa)
Kejari Prabumulih menetapkan 2 tersangka terkait dugaan korupsi kredit modal kerja di salah satu bank BUMN sehingga menyebabkan negara rugi Rp 5,9 miliar. (dok Istimewa)
Palembang -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Prabumulih menetapkan dua tersangka terkait dugaan korupsi kredit modal kerja di salah satu bank BUMN. Kedua tersangka diduga menyebabkan kerugian negara Rp 5,9 miliar.

Kedua tersangka tersebut ialah IH sebagai nasabah atau debitur perusahaan konstruksi dan FD selaku account officer bank BUMN di Prabumulih. Kedua ditahan Kejari Prabumulih.

"Penetapan tersangka kami lakukan pada April lalu. Hari ini kita laksanakan tahap 2 penyerahan tersangka serta barang bukti dari penyidik ke jaksa penuntut umum," kata Kasipidsus Kejari Prabumulih, Wan Susilo, Senin (26/7/2021).

Wan Susilo mengatakan berkas kasus dugaan korupsi itu telah lengkap dan segera disidangkan. FD dan IH ditahan di Rutan Pakjo Palembang.

"Adapun dalam pelaksanaan tahap 2 hari ini kedua tersangka, IH dan FD dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan. Dua tersangka dititipkan ks Rutan Pakjo sampai perkara dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Palembang," kata Wan Susilo.

Kejari Prabumulih menetapkan 2 orang tersangka terkait dugaan korupsi kredit modal kerja di salah satu bank BUMN sehingg menyebabkan negara rugi Rp 5,9 miliar. (dok Istimewa)Kejari Prabumulih menetapkan 2 tersangka terkait dugaan korupsi kredit modal kerja di salah satu bank BUMN sehingga menyebabkan negara rugi Rp 5,9 miliar. (dok Istimewa)

Sementara itu, berdasarkan hasil penyidikan, ditemukan adanya pelanggaran prosedur dalam proses pengajuan dan pencairan kredit yang tak sesuai ketentuan. Jadi ada indikasi manipulasi data dokumen dan akhirnya mengakibatkan kerugian negara Rp 5,9 miliar.

Penyidikan sendiri mulai dilakukan pada Juni 2020 dan jaksa telah menggeledah kantor bank pelat merah untuk cabang Prabumulih pada November 2020. Penggeledahan untuk melengkapi bukti kasus dugaan korupsi yang terindikasi merugikan negara miliaran rupiah.

Penggeledahan dilakukan setelah dimulainya penyidikan untuk mencari bukti terkait penyaluran modal kerja (PMK) yang diberikan kepada salah satu perusahaan konstruksi. Pinjaman diberikan pada 2017-2019 senilai Rp 5,9 miliar.

"Kerugian negara setelah hasil audit BPKP Sumatera Selatan Rp 5,9 miliar. Tersangka IH sebagai nasabah yang mewakili PT KDI mencairkan dana dengan agunan pinjaman menggunakan SPK proyek perusahaan orang lain," katanya.

(ras/jbr)