Polres Jakbar Koordinasi ke Kejaksaan Dalami Unsur Pidana 'Kartel Kremasi'

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 19:02 WIB
Sejumlah petugas membakar peti jenazah COVID-19 saat prosesi kremasi di Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, Senin (26/7).
Foto: Ilustrasi kremasi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo mengatakan pihaknya belum menemukan adanya unsur pidana dalam kasus 'kartel kremasi' yang sempat viral di media sosial. Polisi saat ini sedang berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk mendalami ada-tidaknya unsur pidana dari kasus itu.

"Sekarang kita sedang berkoordinasi dengan kejaksaan terkait dengan unsur-unsur yang mungkin masuk dalam pidana tertentu, apa namanya, pasal tertentu yang masyarakat sering sebut dengan mudahnya kartel, itu belum kita temukan ya," kata Ady, saat dihubungi detikcom, Senin (26/7/2021).

Ady menuturkan dari hasil penyelidikan, pihaknya menemukan adanya keterlibatan penghubung dengan pihak krematorium. Mereka kata Ady, biasa disebut sebagai calo yang mencari keuntungan.

"Yang kita temukan adalah penghubung ataupun perorangan mungkin kalau bisa dibilang calo.. kremasi ini. Penghubung-penghubung ini, ya dia juga mengambil keuntungan di situ," tuturnya.

Ady menyampaikan selain memeriksa para calo, polisi juga sudah memeriksa pihak rumah krematorium. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui biaya kremasi jenazah setiap tahunnya mengalami kenaikan hingga Rp 7 juta.

"Untuk itu, kita memeriksa beberapa rumah krematorium seperti yang sudah kita ... itu di Karawang sama Cirebon. Kalau pada saat kita kemaren pemeriksaan dari dulu dari tahun 2018 sampai sekarang itu kisaran harga untuk kremasinya dibedakan pembakarannya, kremasi itu kan pembakaran, itu range harga dari 2018 sampai saat ini artinya ada kenaikan-kenaikan sekitar Rp 4,5 sampai 7 juta. Itu hasil yang kita dapat dari pemeriksaan ke pada ketua rumah krematorium ini yang di Cirebon sama di Karawang .Jadi sementara yang kita temukan tuh itu," ucapnya.

Akan tetapi, menurutnya, tarif jasa kremasi yang ditetapkan krematorium itu bervariasi. Tergantung dari paket yang diambil oleh pihak pengguna jasa.

Ady belum dapat memastikan berapa besar keuntungan yang diperoleh para calo kremasi itu. Sebab Ady mengatakan para calo memasang harga sesuai dengan paket yang telah mereka tentukan.

"Masalah untung gede atau ini, belum bisa kita pastikan juga karena begini, proses kremasi, kalau saya bilang proses kremasi berarti paket semuannya ya, itu ada kelas-kelasnya gitu. Jadi kalau kayak orang-orang China atau apa, dia kayak ada kelasnya dia mau pake peti jenis apa, perlengkapan ibadahnya yang gimana, kamarnya bagaimana, nah itu akan membedakan harga bahkan kalau masalah kremasi itu kalau kita lihat bisa sampai ratusan juta. Jadi ada paket-paketnya," kata Ady.

Lebih lanjut Ady menyampaikan para calo itu tidak terkait dengan pihak rumah krematorium. Mereka menentukan harga kremasi tanpa melibatkan rumah krematorium.

"Bukan, ya biasalah kalau umpamanya kita mau beli rumah ada penghubungnya, penghubungnya punya kelebihan , kayak begitulah broker broker gitu," imbuhnya.

(mea/mea)