Rumah Tahfiz Harap Kasus Anggota DPRD Pangkep Ancam Santri Diproses

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 18:33 WIB
Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Quran (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar. (Taufiqurrahman/detikcom)
Foto: Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Qur'an (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar. (Taufiqurrahman/detikcom)
Makassar -

Pihak Rumah Tahfiz Nurul Jihad berharap polisi memproses kasus anggota DPRD Pangkep, Amiruddin, diduga ancam santri pakai parang. Kedua belah pihak sempat dimediasi kepolisian setempat.

"Cuman bapak Haji Faisal selaku pemilik rumah tahfiz keberatan dengan perdamaian ini, beliau tetap mau memperpanjang laporan ini supaya ada efek jera terhadap anggota dewan itu," kata pemimpin Rumah Tahfiz Nurul Jihad, Abdul Wasid, saat berbincang dengan detikcom, Senin (26/7/2021).

Wasid menyebut dirinya akan mengikuti sikap Faisal kepadanya. Menurutnya, Faisal sebagai pemilik rumah tahfiz kecewa tidak dilibatkan dalam proses perdamaian ini.

Wasid mengaku telah bertemu dengan Amiruddin pada Sabtu (24/7) malam lalu di Polsek Panakkukang.

"Kapolsek kami sudah dipertemukan dengan Haji Amiruddin, Haji Amiruddin meminta maaf dan mengakui kesalahannya, cuman saya kasih persyaratan kalau mau berdamai, kalau mau minta maaf ini masalah sudah viral, maka harus minta maaf di depan media online, di depan pemerintah setempat seperti lurah, camat, dan polisi, supaya masyarakat Indonesia bisa mengetahui bahwa anggota dewan itu berbuat salah kepada kami," terangnya.

Namun dia menyebut syarat yang disampaikannya itu berasal dari dirinya pribadi kepada Amiruddin. Meski begitu, Wasid menegaskan akan tetap mengikuti perintah pemilik rumah tahfiz untuk tetap melanjutkan proses pelaporannya di polisi.

"Saya ikut arusnya Pak Haji Faisal saja, ucapnya singkat.

Pihak Rumah Tahfiz Nurul Jihad melaporkan Amiruddin ke polisi terkait pengancaman menggunakan parang panjang. Kejadian ini dilaporkan sebelum kasus penembokan pintu belakang rumah tahfiz terjadi pada pekan lalu.

Terpisah, Kapolsek Panakkukang AKP Andi Ali Surya mengatakan pihaknya akan segera memberikan update pemeriksaan terkait laporan dugaan pengancaman kepada para santri.

"Sabtu depan akan kita rilis. Betul saat ini memang ditangani Polsek Panakkukang. Pemberitahuan lebih lanjut akan kita rilis Sabtu nanti," kata AKP Andi Ali saat dikonfirmasi terpisah.

Amiruddin Membantah

Amiruddin membantah disebut mengancam santri menggunakan parang. Amiruddin mengakui memang ada parang saat berjumpa dengan santri.

Namun, parang itu digunakan Amiruddin untuk memotong pohon mangga di depan rumah dan bukan untuk mengancam santri.

"Itu ada parang saya pegang karena kebetulan kerja bakti di muka rumah. Bukan itu yang mau saya pakai di situ, sementara saya kerja bakti ada begitu," kata Amiruddin kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021).

"Tidak pernah saya mengancam, tidak pernah, hanya kebetulan saya pegang parang habis kerja bakti dan memangkas itu ranting-ranting (pohon) mangga di muka rumah," tambahnya.

Simak video 'Pengakuan Anggota DPRD Tembok Rumah Tahfiz Al-Qur'an di Makassar':

[Gambas:Video 20detik]



(fiq/jbr)