Polisi Cek CCTV TKP Pemred Media Lokal di Medan Disiram Air Keras

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 13:43 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi
Kabid Humas Polda Sumut (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Pria bernama Persada Bhayangkara Sembiring yang disebut sebagai salah satu pemimpin redaksi media lokal di Medan diduga disiram dengan air keras oleh orang tidak dikenal (OTK). Polisi turun tangan mengusut kejadian ini.

"Tim masih mendalami, sudah ada beberapa yang dimintai keterangan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi dimintai konfirmasi, Senin (26/7/2021).

Wakasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Rafles Langgak Putra, mengatakan pihaknya telah memeriksa saksi dan mengecek CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dia mengatakan ada sembilan saksi yang dimintai keterangan.

"Masih kami selidiki pelakunya. Saksi-saksi kami periksa. CCTV kami analisa. Sembilan orang (saksi telah dimintai keterangan)," sebut Rafles.

Rafles mengatakan korban diduga di siram air keras setelah membuat janji temu dengan seseorang. Namun, orang tersebut tak kunjung datang dan tiba-tiba Persada disiram dengan cairan diduga air keras.

"Dia ada janji dengan seseorang ketemu di jalan. Orangnya nggak atang, tiba-tiba dia disiram dengan dugaan air keras. Masih kita dalami apakah ada kaitannya atau tidak," ucap Rafles.

Sebelumnya, Persada diduga disiram dengan air keras oleh orang tidak dikenal (OTK). Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) mengatakan Persada merupakan pemimpin redaksi (pemred) salah satu media lokal di Medan.

"Mengecam tindak kekerasan kembali terjadi terhadap wartawan yang bertugas di lingkungan Kota Medan khususnya, dan Sumatera Utara umumnya," kata Ketua PWI Sumut Hermansjah kepada wartawan, Senin (26/7).

Herman mengatakan peristiwa ini terjadi pada Minggu (25/7) pukul 22.00 WIB. Herman mengatakan pihaknya mendapatkan informasi peristiwa ini terkait pemberitaan tentang perjudian.

"Diduga sering menaikkan berita perjudian, lalu ditelepon, jumpalah di Simpang Selayang. Setelah jumpa, lalu tiba-tiba diduga Pemred Jelajahperkara disiram air keras ke wajahnya," tutur Herman.

Rekan dari korban, Bonni Manulang, mengatakan dirinya dihubungi Persada usai peristiwa itu terjadi. Bonni kemudian membawa Persada untuk berobat ke RS Adam Malik Medan.

"Untuk kondisi korban setelah wajah disiram air keras, tampak sangat parah, mengerikan di sekitar wajah tersiram air keras, wajah langsung bengkak (tembem) dan menguning, tapi tidak sampai melepuh. Tetapi setelah ditangani tim medis, kondisi fisik sudah semakin baik dan bisa melihat," tuturnya.

(haf/haf)