Mahfud Md Dikritik Tak Sensitif, Habiburokhman: Lebih Baik Silent Dulu

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 13:33 WIB
Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman
Habiburokhman (Foto: Dok. Habiburokhman).
Jakarta -

Cuitan Menko Polhukam Mahfud Md soal kisah mengharukan pasien COVID-19 meninggal dunia usai merelakan tabung untuk juniornya menjadi kontroversi. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman meminta cuitn Mahfud Md.

"Saya nggak mau ikut mengecam Pak Mahfud. Tapi kita harus objektif. Di satu sisi harus dimaklumi bahwa Pak Mahfud juga manusia, kadang juga bisa jadi melankolis di situasi yang mencekam seperti saat ini," kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin (26/7/2021).

Meski demikian, Habiburokhman memaklumi publik yang mengkritik Mahfud Md. Menurutnya, Mahfud Md maupun pengkritik tidak bisa disalahkan.

"Di sisi lain wajar saja kalau publik berharap agar para pejabat hanya menyampaikan narasi optimis dalam setiap pernyataannya termasuk media sosial pribadi si pejabat sekalipun. Baik Pak Mahfud maupun para pengkritiknya nggak ada yang bisa disalahkan," katanya.

Anggota Komisi III DPR ini menegaskan pandemi Corona adalah situasi yang tidak normal bagi bangsa ini. Karena itu, dia berharap pemerintah dan masyarakat saling bahu membahu. Terkait narasi optimistis, Habiburokhman mengimbau mereka-mereka yang belum bisa menyampaikannya lebih baik diam dahulu.

"Ini situasi nggak normal di mana semua masalah cukup kita serahkan ke pemerintah dan selesai. Jalan tengahnya bagi para pejabat maupun para tokoh pengkritik agar kalaupun belum bisa menyampaikan hal-hal yang optimistis dan menguatkan rakyat, baiknya silent saja dulu, jangan pergunakan media sosial untuk berkeluh kesah dan saling bertengkar karena itu ruang publik," ujar Habiburokhman.

Sebelumnya, Mahfud Md menceritakan momen haru warga kaya raya di Jawa Timur meninggal saat menunggu antrean. Selain itu, Mahfud juga mengungkap cerita seorang profesor yang menyerahkan oksigen ke juniornya yang sama-sama terpapar COVID-19.

"Mengharukan. Ada seorang kaya raya di Jatim meninggal ktk sdg menunggu antrean penanganan. Ada jg Profesor kedokteran senior menyerahkan kesempatan kpd yuniornya utk menggunakan satu2nya oksigen yg tersisa ketika keduanya sama2 terserang Covid. Sang profesor kemudian wafat," tulis Mahfud di akun Twitter-nya seperti dilihat, Senin (26/7/2021).

(gbr/gbr)