Satpol PP Gowa Pemukul Pasutri Ajukan Penangguhan Penahanan, Ditolak Polisi

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 09:34 WIB
Eks Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani Hamdan (pakai peci) pemukul pasutri tiba di Polres Gowa.
Eks Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani Hamdan (pakai peci) pemukul pasutri tiba di Polres Gowa. (Hermawan/detikcom)
Gowa -

Oknum Satpol PP Gowa pemukul pasangan suami-istri (pasutri) saat razia PPKM, Mardani Hamdan, mengajukan permohonan penangguhan penahanan setelah jadi tersangka dan ditahan. Namun penangguhan tersebut ditolak penyidik Polres Gowa.

"Pengajuan penangguhan penahanan ada," ucap Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (26/7/2021).

Menurut Boby, penangguhan penahanan Mardani Satpol PP Gowa diajukan kuasa hukum tersangka pada Rabu (21/7). Penyidik kemudian tak mengabulkan penangguhan penahanan dari tersangka tanpa memberi penjelasan lebih lanjut mengapa penangguhan itu ditolak.

"(Pengakuan penangguhan penahanan) itu kan haknya tersangka ya. Jadi sekali lagi kalau penangguhan memang diajukan tapi tidak saya berikan. Tetap diproses," katanya.

Alasan Mardani Satpol PP Gowa Ajukan Penangguhan Penahanan

Sementara itu, kuasa hukum Mardani Satpol PP Gowa, Muhammad Shyafril Hamzah, mengatakan ada sejumlah alasan kliennya meminta penangguhan penahanan. Di antaranya karena tersangka memiliki penyakit maag akut.

"Dia punya penyakit maag akut," ucap Shyafril dalam wawancara terpisah.

Dia juga mengatakan Mardani berjanji tidak melarikan diri ataupun mengulangi tindak pidana yang sama.

"Terus dia punya anak-istri, malah anaknya ada beberapa yang masih membutuhkan kasih sayang dan bimbingannya," ucapnya.

Namun, jika penangguhan penahanan tak diberikan, lanjut Shyafril, pihaknya akan mencoba meminta peralihan penahanan.

"Plus kalau umpama penangguhan penahanan tidak diberikan, kami mohon pengalihan dari antara tahanan kota dan tahanan rumahnya," jelasnya.

Seperti diketahui, Mardani Hamdan dijerat dengan Pasal 351 ayat 1 KUHP atas penganiayaan terhadap pasutri bernama Ivan (24) dan Amriana (34) saat razia PPKM mikro di Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Gowa, pada Rabu (14/7) malam.

Tak hanya diproses pidana, Mardani juga dicopot dari jabatannya, yakni Sekretaris Satpol PP Gowa.

Simak video 'Mendagri Bicara Kasus Gowa, Minta Petugas Lapangan Tak Emosi':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)