Haruskah Tes PCR Lagi Setelah Isoman? Ini Kata Jubir Satgas

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 07:12 WIB
Jakarta -

Isolasi mandiri (Isoman) diwajibkan bagi orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 baik dengan gejala ringan maupun tanpa gejala. Hal itu dilakukan untuk menekan penularan virus. Lantas perlukah pasien melakukan tes PCR lagi jika isolasi mandiri selesai?

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan secara logika. Menurutnya, tidak ada yang salah dan benar tentang kewajiban melakukan tes Antigen atau PCR setelah melakukan isoman, karena sumber dayanya terbatas.

"Jawabannya kalau kita ditanya itu pasti pengennya dites ya supaya pasti bahwa kita betul-betul bebas. Ya kalau anggarannya cukup, ya kalau kita punya uang sendiri, ya kalau sistemnya memungkinkan untuk itu," ujarnya secara virtual, Senin (26/7/2021).

Menurutnya, masyarakat jangan frustasi di situ. Selama masa inkubasinya sudah lewat dan tidak ada gejala paling tidak tiga hari setelah 10 hari isolasi mandiri itu sudah dipastikan sudah aman. Jadi tidak perlu melakukan tes lagi untuk memastikan.

"Karena aturannya WHO dan apa yang dilakukan di Indonesia mungkin bisa saja apa namanya berubah suatu saat atau belum tentu itu sempurna dijalankan di lapangan, jadi jangan frustasi di situ," tuturnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan dalam perang semesta melawan pandemi COVID-19 itu harus bersifat taktis. Artinya, harus menyelamatkan sumber daya sebanyak mungkin agar penanganan dapat berjalan terus.

"Saya mau menyampaikan kalau testing dan tracing itu paling sulit, jadi apakah semua orang akan di testing kalau orang yang tidak mau melakukan apa namanya pembatasan pergerakan sudah pasti kalau kita berinteraksi setiap 10 menit ketemu orang, ya setiap 10 menit itu nanti atau efek dari 10 menit kita berinteraksi maka harus di tes 3 hari kemudian atau 5 hari kemudian dia infeksi atau tidak.

"Jadi intinya nggak bisa kita menggarami laut jadi harus betul-betul perilakunya dijaga, testingnya selektif kalau sampai sumber daya terbatas maka pilihannya adalah yang dites adalah orang yang bergejala," pungkasnya.

(akd/ega)