Jejak Kasus Picu Kerumunan Selebgram Herlin Kenza hingga Jadi Tersangka

Tim Detikcom - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 12:44 WIB
Selebgram Herlin Kenza saat diamankan polisi terkait kerumunan di Lhokseumawe Aceh (dok Istimewa)
Selebgram Herlin Kenza saat diamankan polisi terkait kerumunan di Lhokseumawe Aceh. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Selebgram Aceh bernama Herlin Kenza ditetapkan sebagai tersangka gara-gara kegiatannya memicu kerumunan saat pandemi virus Corona. Kasus ini bermula saat kegiatannya mempromosikan sebuah toko yang mengundang Herlin memicu kerumunan.

Begini perjalanan kasusnya.

Diundang Toko hingga Picu Kerumunan

Video kerumunan warga menyambut kedatangan Herlin di Aceh viral di media sosial. Dilihat detikcom, Senin (19/7/2021), video itu awalnya sempat diunggah di Instagram dan Tiktok selebgram tersebut, namun telah dihapus. Kini video itu beredar di sejumlah akun lain.

Dalam video itu, tampak warga menunggu selebgram wanita itu di depan toko. Video awalnya direkam dari dalam mobil yang ditumpangi selebgram tersebut. Setelah itu, selebgram itu turun didampingi sejumlah orang seolah seperti ajudan.

Sejumlah aparat tampak menghalau warga yang berkerumun. Masyarakat di sana merekam kedatangan selebgram itu dengan gawai mereka. Video kerumunan disebut terjadi di kawasan Pasar Inpres, Kota Lhokseumawe.

Kasubbag Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi mengatakan kerumunan itu diduga terjadi pada Jumat (16/7). Selebgram itu disebut datang ke lokasi untuk mempromosikan salah satu toko di sana.

"Menurut kabar hanya endorse saja," kata Salman.

Herlin Kenza Akui Salah

Herlin Kenza buka suara soal peristiwa viral itu. Dia mengaku salah telah menimbulkan kerumunan karena kehadirannya dalam acara promosi toko di Lhokseumawe, Aceh. Namun Herlin Kenza mengaku kedatangannya ke toko tersebut hanya menjalankan pekerjaan.

"Aku tahu aku salah. Tapi di sini aku hanya menjalankan pekerjaan aku. Aku diundang dengan pengamanan superketat. Aku juga kaget kok bisa padat banget," kata Herlin Kenza dalam akun Instagram-nya seperti dilihat detikcom, Rabu (21/7).

Herlin Kenza mengaku kejadian itu di luar dugaannya. Dia menyebut kejadian itu sebagai cobaan dan teguran. Selain itu, dia menuding ada pihak yang tidak suka kepada dirinya, sehingga melaporkan kejadian itu ke polisi.

Kasus ini berbuntut panjang. Polisi telah memeriksa pemilik toko yang mengundang Herlin Kenza hingga oknum polisi yang mengawal kedatangan Herlin Kenza.

Sanksi untuk toko

Kota Lhokseumawe menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Toko yang mengundang Herlin kena sanksi dari Pemerintah Kota Lhokseumawe karena memicu kerumunan. Sanksi dalam bentuk penutupan toko sampai waktu yang belum ditentukan.

"Sanksi yang telah diberikan, telah disurati pemilik toko untuk menutup kegiatan usaha," kata Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Marzuki saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (23/7).

Pemkot kemudian menyegel toko itu berdasarkan Peraturan Wali Kota Lhokseumawe Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dan Surat Edaran Wali Kota Lhokseumawe Nomor 100/266/2020, perihal Menutup/Pembatasan Sementara Tempat Keramaian.


Selebgram Herlin Jadi Tersangka

Herlin mengaku salah, toko yang mengundang Herlin kena sanksi dari Pemkot. Polisi melanjutkan proses penyelidikan sampai akhirnya Herlin ditetapkan menjadi tersangka.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Winardy mengatakan polisi telah memeriksa sembilan saksi, termasuk pemilik toko, ahli Satgas Penanganan COVID-19, hingga Herlin sendiri. Pemeriksaan terhadap Herlin dilakukan pada Kamis (22/7) dari pukul 11.00 hingga 18.30 WIB.

Pada Sabtu (24/7) polisi mengumumkan Herlin Kenza menjadi tersangka kasus kerumunan. Sekalian, pemilik toko yang mengundang Herlin juga menjadi tersangka.

"Sudah ditetapkan tersangkanya, yaitu selebgram HK (Herlin Kenza) dan pemilik toko KS," kata Kombes Winardy kepada wartawan.

Simak juga 'Selebgram Ngamuk soal Suket RT, Simak Lagi Syarat Perjalanan Domestik':

[Gambas:Video 20detik]