Angka Sembuh COVID Tinggi, Tokoh Muda Muhammadiyah Apresiasi Kerja Nakes

Mega Putra Ratya - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 11:05 WIB
Tokoh muda Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto
Foto: dok Pribadi
Jakarta -

Angka kesembuhan COVID-19 dalam beberapa hari terakhir mengalami tren kenaikan. Bahkan, data Satgas COVID-19 Kemenkes menunjukkan bahwa angka kesembuhan pada Sabtu (24/7) mencapai rekor tertinggi sebanyak 39.747 pasien, sehingga kini total pasien yang sembuh mencapai 2.471.678 orang.

Angka ini menempatkan Indonesia di urutan kedua setelah India dengan 40.052 pasien sembuh. Dua hari sebelumnya, angka kesembuhan juga memecahkan rekor yang sama.

Tokoh muda Muhammadiyah Defy Indiyanto Budiarto menyambut gembira tren angka kesembuhan kasus COVID-19 ini, dan memberikan apresiasi serta penghargaan yang tinggi terhadap kinerja para dokter dan elemen tenaga kesehatan (nakes) lainnya, serta kinerja pemerintah atas penanganan COVID-19.

"Indonesia hattrick selama beberapa hari mencatatkan kasus sembuh urutan ke-2 sedunia. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak dan wilayah yang sangat luas, ini tentu tidak mudah dalam menanganinya," ujar Defy, Minggu (25/7/2021).

Dikatakan Defy, kabar tingginya angka kesembuhan ini harus lebih ditonjolkan baik oleh juru bicara penanganan COVID-19 maupun oleh media massa. Sebab, kabar positif seperti ini justru dapat meningkatkan imun dibandingkan kabar negatif, seperti tingginya kasus positif dan kematian yang bertebaran dimana-mana.

"Saya tidak melihat tingginya kasus COVID-19, tapi saya melihat tingginya angka kesembuhan. Ini berkat kinerja dokter dan perawat yang luar biasa sehingga angka kesembuhan di Republik Indonesia ini sangat tinggi sekali. Saya berharap media jangan hanya mengumumkan kasus positif COVID-nya saja, tetapi yang juga penting ditonjolkan adalah tingkat kesembuhannya hari per hari yang tinggi sehingga bisa menambah imun kita," tuturnya.

Defy juga mengajak semua pihak untuk saling bergandengan tangan, mematuhi apa yang telah menjadi kebijakan pemerintah pusat dan tidak saling menyalahkan. Sebab, di tengah kondisi pandemi seperti sekarang, hal yang dibutuhkan adalah persatuan dan bersama-sama memerangi COVID-19. Selain itu, komando dalam penanganan pandemi COVID-19 hanya satu, yakni pemerintah.

Selain itu, dia juga mendorong akan Pemerintah mengoptimalkan vaksinasi yang menyasar semua kelompok masyarakat. Bahkan bila memungkinan dilakukan booster vaksin ke-3 terutama bagi tenaga medis, mengingat virus delta yang sangat ganas dan sudah menyebar.

Meskipun angka kesembuhan tinggi, namun kasus kematian juga masih cukup tinggi. Bahkan, dalam 24 jam pada Sabtu (24/7/2021), angka kematian bertambah 1.415 sehingga total menjadi 82.013 orang.

Menurut Defy, hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah untuk lebih menyiapkan infrastruktur kesehatan yang lebih memadahi dan menjangkau seluruh wilayah. Sebab, banyak juga kasus kematian karena terlambat dalam penanganan akibat masih minimnya infrastruktur kesehatan, termasuk minimnya ketersediaan oksigen.

"Tentu hal ini harus juga menjadi catatan yang perlu dibenahi bersama," urainya.

Defy mengaku optimistis bahwa jika semua pihak saling bergandengan tangan dan memberikan masukan-masukan yang positif kepada Pemerintah, serta kedisiplinan yang tinggi masyarakat maka Indonesia akan dapat melalui wabah ini.

"Kita buktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu menghadapi wabah ini," tutur Defy.

(mpr/mpr)