Round-Up

Sadis Warga di Tobasa Dipukuli-Diasingkan Gegara Positif Corona

Datuk Haris Molana - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 07:04 WIB
Medan -

Sejumlah orang terlihat menganiaya pria yang tidak berdaya. Tindakan tersebut menuai berbagai kritik dan kecaman karena dinilai sadis.

Video tersebut ramai beredar di media sosial (medsos). Dalam video berdurasi 38 detik itu, tampak sejumlah orang berkerumun mengelilingi pria yang terbaring di aspal.

Mereka tampak memegang benda seperti kayu panjang, ada juga yang memegang tali. Kayu itu dipakai untuk mendorong tubuh bahkan untuk memukul pria yang terkulai di aspal.

Video itu pertama kali disebarkan Jhosua Lubis yang merupakan keponakan dari korban. Peristiwa itu terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara (Sumut) pada Kamis (22/7) lalu.

Jhosua mengatakan pamannya yang menjadi korban dalam video tersebut bernama Salamat Sianipar (45). Sementara warga yang mengelilingi Salamat tak lain adalah warga kampung pamannya.

Korban Positif COVID-19

Jhosua mengatakan pamannya dalam kondisi positif COVID-19. Atas kejadian penganiayaan tersebut, pihak keluarga akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Jhosua Lubis menceritakan soal peristiwa itu. Dia menyebut kejadian itu berawal setelah Salamat terkonfirmasi positif COVID-19.

"Kalau kurun waktu kejadiannya sudah terkena COVID-nya saya kurang tahu. Yang saya tahu, jadi sudah tes. Terus sudah dites, hasilnya keluar positif. Terus tanteku (istrinya) ini negatif dan kedua anaknya negatif. Terus isolasi mandiri mereka di rumah. Omku ini beda kamar sama istri dan anaknya, disuruh dokter karena gejalanya masih ringan," sebut Jhosua dimintai konfirmasi, Sabtu (24/7/2021).

Dia menyebutkan, setelah di rumah, ada oknum masyarakat tidak senang dan ketakutan karena Salamat positif COVID-19. Lalu, dia ditarik paksa dari rumah dan diasingkan ke suatu tempat.

"Terus setelah pulang dari klinik, pas di rumah, sorenya ada masyarakat tidak senang kalau omku ini terkena COVID. Jadi ditarik paksalah dari rumah omku ini oleh masyarakat untuk tidak di rumah," sebut Joshua.