Sudut Pandang

Uluran Tangan Malaikat Tak Bersayap di Tengah Pandemi

Isfari Hikmat - detikNews
Minggu, 25 Jul 2021 13:53 WIB
Jakarta -

Kehadiran orang-orang baik di tengah masa sulit bagaikan oasis di tengah gurun pasir. Orang-orang baik ini berbagi sesama demi rasa kemanusian bukan popularitas atau konten di media sosial. Mereka muncul di tengah masa pandemi Covid-19 untuk menolong yang membutuhkan.

Seperti halnya Aji Salim dan istrinya, Lusiana Kurniawatie terkena dampak pandemi setelah kehilangan pekerjaan mereka. Namun keduanya bertekad memberikan uluran tangan kepada mereka yang melakukan isoman karena Covid-19.

Keduanya melihat pasien yang menjalani isoman alami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya Aji dan Lusi pun memutuskan membantu memenuhi makan siang dan malam mereka selama jalani isolasi mandiri.

"Setiap makan siang dan makan malam itu menunya kita bedain," kata Aji Salim.

Meningkatnya pasien Covid-19 berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan tabung oksigen terutama mereka yang menjalani isoman. Tak sedikit mereka kesulitan untuk mendapatkan tabung oksigen karena semakin banyak orang yang membutuhkan.

Kondisi darurat oksigen ini direspons oleh sejumlah kelompok masyarakat Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen dengan mengubah program mereka menjadi meminjamkan tabung oksigen secara gratis kepada pasien isoman.

"Donasi yang sudah terkumpul dialihkan untuk membeli tabung plus isi, regulator, dan nasal," ungkap Arief Bobhiel selaku tim pelaksana gerakan ini.

Di lain tempat, gerakan berbagi juga dilakukan oleh kedua pasutri wilayah Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Sebanyak 30-50 porsi disediakan Yofa Deva Koswelly selaku pendiri Rumah Makan Berbagi Gratis hari itu. Yofa dibantu istri dan mertuanya menyiapkan makanan gratis bagi warga sekitar yang membutuhkan.

Kegiatan ini merupakan sedekah harian, sedangkan kegiatan mingguan juga mereka lakukan setiap hari Jumat.

(isf/fuf)