Luhut Ungkap Faktor Tingginya Kasus Kematian COVID-19 dalam Sepekan Terakhir

Matius Alfons - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 23:31 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Luhut Binsar Pandjaitan (KEMENKO MARVES)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan tingginya kasus kematian COVID-19 di Indonesia kepada pimpinan Provinsi se-Jawa dan Bali. Luhut menyebut tingginya kematian dalam sepekan terakhir disebabkan faktor penuhnya rumah sakit hingga isolasi mandiri yang tidak terpantau.

"Dari hasil penelitian tim di lapangan, angka kematian meningkat karena beberapa faktor: kapasitas RS yang sudah penuh, pasien yang ketika datang saturasinya sudah buruk, serta meninggal karena tidak terpantau ketika melakukan isolasi mandiri di rumah," kata Luhut dalam dalam keterangannya, Sabtu (24-07-2021).

Selain itu, Luhut menyebut faktor komorbid dan pasien yang belum terima vaksinasi juga menjadi penyebab tingginya kematian akibat Corona. Atas dasar itulah, Luhut meminta agar harus ada upaya intervensi terkait sejumlah faktor tersebut.

"Setelah memahami faktor-faktor ini, kita harus melakukan intervensi untuk mengurangi angka kematian secara cepat," ucapnya.

Luhut menyebut langkah-langkah intervensi seperti meningkatkan kapasitas ICU dari RS dengan oksigen sentral pada daerah-daerah yang memiliki tingkat kematian tinggi, menyediakan isolasi terpusat dan terpantau bagi pasien resiko tinggi yang melakukan isolasi mandiri dan koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan TNI untuk memperoleh akses paket obat gratis dari Presiden. Kemudian, menurutnya Satuan Tugas (Satgas) PPKM di level desa harus kembali diaktifkan dan melakukan pemantauan ketat terhadap setiap warga yang terindikasi mengalami gejala COVID-19.

Tak hanya itu, dia memastikan pemerintah secara berkala juga akan menerapkan pemantauan angka kematian dengan kerangka yang mencakup jumlah kasus kematian yang sudah divaksin, kasus komorbid, klasifikasi usia, ketersediaan akses terhadap obat-obatan, perawatan oksigen, pentahapan penyakit dan paparan terhadap badai sitokin serta lokasi kematian. Dia meminta agar semua pihak bahu-membahu mengatasi persoalan ini.

"Kunci dalam menangani pandemi ini adalah disiplin dan kerja bahu-membahu. Dengan bersama-sama dan konsisten melakukan dan meningkatkan testing dan tracing, diharapkan mata rantai ini akan terputus," ucap Luhut.

(maa/idn)