Round-Up

Heboh Kasus Penembokan Rumah Tahfiz Quran, Anggota DPRD Kini Dipolisikan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 21:44 WIB
Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Quran (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar. (Taufiqurrahman/detikcom)
Foto: Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Qur'an (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar. (Taufiqurrahman/detikcom)
Makassar -

Kasus yang dihadapi Amiruddin belum kelar meski tembok penutup akses rumah penghafal Al-Qur'an (tahfiz) dibongkar. Anggota DPRD Pangkep itu harus menghadapi ancaman hukuman pidana.

Amiruddin dilaporkan pimpinan Rumah Tahfiz Nurul Jihad, Abdul Wasid ke polisi. Amiruddin diduga melakukan pengancaman santri menggunakan parang.

Namun Wasid memberi kode islah. Amiruddin diminta meminta maaf kepada para santri.

"Kalau dianggap selesai, (masalah dengan Amiruddin) belum sebenarnya. Kita menunggu iktikad baik dia minta maaf kepada santri-santri atas pengancaman parang panjang, itu saja sebenarnya. Karena materi laporan saya ke polsek itu pengancaman," kata Abdul Wasid saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (24/7/2021).

Wasid mengatakan Amiruddin mengancam santri menggunakan parang. Wasid menggarisbawahi bahwa laporan ke polisi bukan terkait pendirian tembok yang membuat akses rumah tahfiz ke jalanan tertutup.

Wasid mengatakan dirinya juga melaporkan Amiruddin ke polisi terkait penghinaan.

"Saya tidak pernah laporkan itu yang ditembok, itu warga yang melapor dan pemilik rumah (rumah warga satunya)," ucapnya.

Dia menceritakan, menjelang hari Idul Adha, belum ada tembok yang menutup pintu rumah tahfiz. Dia memperkirakan Amiruddin menembok pintu itu sehari setelah Hari Raya Kurban.

"Saya tidak ada saat itu. Saya di daerah karena saya tugas Idul Adha di Kabupaten Wajo. Cuma materi laporannya itu kejadiannya tanggal 11 Juli (pengancaman). Nah, tanggal 12 Juli saya ke Polsek didampingi sama Binmas, bersama para saksi. Dan inti pelaporan saya itu pengancaman kepada santri di bawah umur," jelas Wasid.

Dia menyebut kasus pengancaman ini lebih dulu dilaporkan sebelum akhirnya ada penembokan pintu belakang rumah.

Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Qur'an (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar. (dok Istimewa)Tembok yang menutup pintu belakang rumah penghafal Al-Qur'an (tahfiz) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya dibongkar. (dok Istimewa)

Pemilik Rumah Tahfiz Jelaskan soal Tembok

Pemilik rumah tahfiz, Faisal Suyuti, menceritakan dirinya membeli rumah dalam kondisi ada pintu sejak Mei 2013. Faisal pernah meminta Amiruddin untuk bersabar jika mendengar keributan santri.

"Kalau ada ini dia ganggu anak-anak, saya bilang sabarlah karena memang kalau memang belajar agama itu penuh tantangan," kata Faisal saat ditemui di lokasi.

Faisal lalu menceritakan soal tembok yang menutup rumah tahfiz selesai didirikan Amiruddin pada Rabu (21/7). Dia lalu melapor ke Camat Panakkukang.

Faisal mengatakan rumah miliknya itu sengaja dipinjamkan untuk dipakai sebagai rumah penghafal Al-Qur'an bagi anak-anak agar bisa belajar mengaji. Rumah yang dibelinya juga disebut lama kosong sehingga dijadikan sebagai rumah bagi anak penghafal Al-Qur'an.

Simak tanggapan Amiruddin dan pihak keluarga di halaman selanjutnya.



Simak Video "Tembok Rumah Tahfiz di Sulsel Dibongkar, Camat: Masuk ke Dalam Fasum"
[Gambas:Video 20detik]