Ganjar Sebut Serapan Anggaran COVID-19 Sentuh 17%

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 19:21 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berada di RSUD dr Tjitrowardojo Purworejo, Kamis (1/7/2021).
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menegaskan serapan anggaran COVID-19 Jateng bukan 0,15%. Menurutnya per 22 Juli 2021 serapan dana sudah mencapai 15,65%, kemudian bertambah pada 24 Juli menjadi 17,28%.

"Ini penting untuk clearance, karena kemarin bully sudah terjadi, hoaks sudah terjadi orang bertanya, saya jelaskan. Ada media yang nulis, sayangnya tidak wawancara saya, maka ini banyak yang bertanya saya kasih data ini," kata Ganjar dalam keterangannya, Sabtu (24/7/2021).

Ganjar mengatakan berdasarkan amanat refocusing pemerintah pusat, anggaran 8% dari DAU Jateng berjumlah Rp 283 miliar yang terinci untuk 5 item penganggaran. Yakni penanganan COVID-19, dukungan vaksinasi, dukungan pada kelurahan, insentif tenaga kesehatan, serta belanja kesehatan lainnya.

Adapun dari total serapan anggaran yang mencapai Rp 49,040.562.303, sebagian diperuntukkan untuk pemberian insentif bagi tenaga kesehatan. Dari total dana tersebut sudah cair Rp 39.895.216.303 atau 66,31%.

"Dukungan vaksinasi sudah relatif berjalan, untuk desa kelurahan juga sudah berjalan," jelasnya.

Diungkapkan Ganjar angka 17% itu pun merupakan catatan yang sudah melakukan pembayaran. Sedangkan masih ada beberapa kegiatan yang berjalan atau proses pengadaan.

"Karena semua masih berjalan, kita beli peralatan, kita beli alat whole genome sequencing kita perlu waktu, kalau barangnya datang kita bayar. Kita juga menyiapkan beli ambulans, peralatan kesehatan sesuai kebutuhan dan perkembangan. Ini sudah kita order semua, barang datang kita bayar dan saya minta lakukan percepatan," tandasnya.

Ia menyebut percepatan tersebut sudah termasuk dalam proses administrasi di inspektorat. Sebab pengadaan barang dan pembelanjaan anggaran di Pemprov Jateng harus didahului oleh pemeriksaan inspektorat.

"Karena sebelum dibelanjakan dalam konteks darurat ini memang harus direview oleh inspektorat semuanya. Saya minta harus dipercepat," paparnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng Prasetyo Aribowo menambahkan rencana pembelanjaan DAU mengalami perubahan berdasarkan perkembangan di lapangan.

"Pada awal Juli angka itu kita reassesment ulang penggunaannya, karena waktu itu kita tidak tahu varian delta demikian cepat. Sehingga beberapa kita tunda, misalnya pelatihan bimtek untuk promosi kesehatan kita tunda karena kita fokus untuk COVID-19," katanya.

Serapan anggaran, lanjut Prasetyo, akan terus bertambah karena sudah ada rencana-rencana pembelanjaan. Misalnya untuk pembelian reagen dalam rangka peningkatan testing dan tracing. Serta dukungan fasilitasi untuk rumah sakit darurat. Di lain pihak, penanganan COVID-19 di Jateng sebenarnya tidak hanya mengandalkan anggaran refocusing DAU, tapi juga memanfaatkan dana dari CSR perusahaan.

"Misalnya kita menerima dari Shopee, Pertamina berupa oksigen, tabung liquid. Semuanya itu kita dorong untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit," pungkasnya.

(prf/ega)