Polisi Usut Penyebar Hoax-Provokasi Tawuran di Medan Belawan

Datuk Haris Molana - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 13:44 WIB
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi (Foto: dok. Istimewa)
Medan -

Video disertai narasi menyebut polisi tak bertindak saat terjadi tawuran antarwarga hingga menyebabkan gereja dibakar di Belawan, Medan, viral. Polisi bakal mendalami persoalan tersebut.

"Kita akan mendalaminya," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi saat dimintai konfirmasi, Sabtu (24/7/2021).

Hadi mengatakan pihaknya bakal mengejar siapa pun yang menjadi provokasi dalam peristiwa tersebut. Hal ini supaya tidak terulang kejadian serupa di kemudian hari.

"Siapa pun yang memprovokasi tentu akan kita kejar, agar tidak terulang kejadiannya," sebut Hadi.

Sebelumnya, video disertai narasi menyebut Kapolsek Belawan Kompol Daniel Naibaho tak bertindak saat terjadi tawuran antarwarga hingga menyebabkan gereja dibakar di Belawan, Medan, viral. Apa yang sebenarnya terjadi?

Narasi Hoax Tawuran yang Viral

Dalam video viral yang dilihat detikcom, Kamis (22/7/2021), tampak Daniel sedang berada di sekitar lokasi tawuran. Video berdurasi 4 menit 18 detik itu diunggah oleh akun Facebook bernama Maya Simanjuntak.

"Ngapain berdiri sendiri kalian? Apa tindakan? Ini Kapolsek. Foto saya... foto.... Saya pengacara Poltak Tampubulon. Apa yang kalian lakukan? Masa berdiri aja? Amankan sana," teriak perekam video.

"Yang berdiri siapa, Pak?" balas Kapolsek Belawan.

"Ya ini buktinya. Itu gereja massa bakar," kata perekam video.

Kapolsek Belawan kemudian menjawab bahwa dia sudah ke TKP tawuran. Dia mengaku diserang oleh para pelaku tawuran sehingga menjauh.

"Bapak Kapolsek hanya berdiri, tidak ada tindakan yang dilakukan. Saya memerintahkan, meminta Kapolri supaya menindak kepolisian yang tidak mengambil sikap untuk menegaskan keadilan," kata perekam video.

Dalam video itu, polisi terlihat masih mengamati lokasi tawuran. Massa terdengar berteriak mengaku siap mendukung polisi membubarkan tawuran.

Polda Sumut Beri Penjelasan

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi memberi penjelasan soal apa yang terjadi saat itu. Dia menyebut Daniel saat itu sudah mengukur kemampuan anggotanya tidak sebanding dengan warga yang sedang tawuran.

"Kapolsek datangi TKP hanya dengan beberapa orang. Ya memang tidak salah warga menuntut supaya Kapolsek bertindak. Tapi kan polisi bertindak juga harus mengukur tingkat kemampuan personel juga. Jangan sampai kita yang malah bukan mempersempit ruang, malah memperlebar ruang. Karena kekuatan personel kita yang kurang," ujar Hadi.

Dia mengatakan Daniel awalnya datang untuk melerai keributan. Namun, saat tiba di lokasi, tawuran itu ternyata melibatkan massa dalam jumlah besar.

"Itu yang mungkin tidak dipahami oleh masyarakat. Tetapi yang jelas Kapolsek dengan anggota beberapa datang itu sudah berusaha melerai sebenarnya. Hanya saja, pada saat dia datang itu jumlah kekuatannya tidak sebanding dengan jumlah massa yang terlibat tawuran," tuturnya.

Singkat cerita, Daniel meminta bantuan ke Polres Belawan, Brimob, hingga TNI. Setelah bantuan datang, tawuran akhirnya bisa dibubarkan.

Hadi menyayangkan narasi yang disampaikan perekam video viral itu. Dia menilai si perekam video berusaha memprovokasi polisi. Hadi memuji sikap Daniel dan jajarannya yang tidak terpancing emosi.

"Dia sudah memprovokasi, bisa kita dalami itu. Dengan memprovokasi seperti itu dan Kapolsek dengan masih tenangnya dia untuk tidak bereaksi dengan tindakan provokasi orang itu yang memvideokan. Kapolsek masih tetap menahan diri. Itu sudah tindakan yang bagus dan tepat," papar Hadi.

Dia juga menegaskan tak ada pembakaran gereja seperti yang diucapkan perekam video. Dia menegaskan tawuran itu tak ada kaitannya sama sekali dengan isu SARA.

"Tidak ada unsur SARA sama sekali. Tidak ada unsur agama sama sekali, tidak ada gereja yang dibakar sama sekali. Itu antarpemuda," ucapnya.

6 Orang Ditangkap

Polisi telah menangkap enam orang terkait tawuran yang terjadi pada Rabu (21/7) dini hari itu. Keenam orang itu diduga sebagai provokator.

"Polres Pelabuhan Belawan telah mengamankan enam orang sebagai provokator. Kita akan kejar terus pelaku-pelaku lainnya yang terlibat. Ini sudah meresahkan masyarakat," sebut Hadi.

Dia mengatakan kondisi di Belawan sudah kondusif. Dia berharap warga tidak terpicu provokasi lagi agar tawuran tak terulang.

"Situasi di Belawan kondusif. Kapolres, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga bergotong royong membersihkan lokasi bekas tawuran. Walaupun begitu, Polda Sumut terus berjaga-jaga dengan menurunkan personel Brimob dan Samapta untuk mem-backup Polres," ucapnya.

(jbr/jbr)