Kurban Online Lewat Baznas Naik 75% di Idul Adha Tahun Ini

Nurcholis Maarif - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 11:55 WIB
penjual hewan kurban di nginden semolo surabaya
Ilustrasi. Foto: Esti Widiyana
Jakarta -

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencatat digitalisasi dalam pengelolaan zakat, infak dan sedekah memberikan pengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat. Salah satunya dalam program kurban online di tingkat pusat yang meningkat sebesar 75% dibandingkan tahun lalu.

Ketua Baznas RI, Prof Dr KH Noor Achmad menyebut meski Hari Raya Idul Adha tahun ini untuk kedua kalinya berlangsung di tengah pandemi, namun tingkat partisipasi masyarakat untuk berkurban di Baznas justru mengalami peningkatan. Kurban online Baznas tahun ini mengumpulkan hewan kurban melebihi target dari yang dicanangkan dan angkanya masih terus meningkat.

"Peningkatan ini menjadi bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang rakyatnya sangat dermawan, saling bahu membahu membantu sesama di tengah segala keterbatasan. Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh partner Baznas, termasuk balai ternak, yang telah membantu pelaksanaan kurban online Baznas, yang membuatnya bisa tersebar ke seluruh Indonesia," kata Noor dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7/2021)

Diungkapkannya, pengelolaan program kurban online Baznas dilakukan secara sistematis, profesional, dan menjamin mutu. Baznas memastikan pelaksanaan kurban online 2021 dilakukan dengan berpegang pada lima prinsip, di antaranya kesesuaian syariah, seperti waktu pelaksanaan, jenis hewan kurban, cara penyembelihan, dan layanan kepada para pekurban.

Kemudian pemberdayaan, sehingga proses pengadaan harus mengutamakan peternak mustahik baik dalam preferensi pemilihan dan prosesnya. Dukungan terhadap peternak sehingga mereka menjadi berdaya adalah ruh dari program ini. Digitalisasi juga meningkatkan kualitas proses pendistribusian kurban agar dapat termonitor dengan ketat dan para pekurban menerima dapat laporan dalam waktu cepat.

"Baznas juga mengedepankan kurban online harus akuntabel dan transparan. Kemudian, pada pendistribusian hewan kurban harus transparan, mengutamakan mustahik, menghindari konflik kepentingan, dan berorientasikan pada pelaporan yang disiplin dan efektif," kata Noor.

Faktor kesehatan juga menjadi perhatian Baznas, agar kegiatan ini harus mengutamakan aspek kesehatan khususnya memperhatikan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 sehingga pada tahapan pemeliharaan, penyembelihan, distribusi daging, dan pengolahan oleh mustahik harus benar-benar diantisipasi dengan memberikan edukasi yang cukup bagi setiap pelaksana pada tiap tahapan.

"Kegiatan ini tetap harus memperhatikan kesejahteraan hewan dengan benar-benar memperhatikan prinsip ini pada aktivitas pemeliharaan, distribusi ternak hidup, dan penyembelihan serta pasca penyembelihan," ujarnya.

Sementara itu Pimpinan BAZNAS RI, Saidah Sakwan mengatakan daging kurban akan disebar ke mereka yang membutuhkan di 34 Provinsi, 80 kota/kabupaten. Selain kepada dhuafa dan mustahik, daging kurban juga akan disalurkan kepada penyintas COVID-19 yang membutuhkan nutrisi agar kembali sehat.

"Daging kurban online BAZNAS juga akan didistribusikan kepada para penyintas COVID-19, karena mereka juga membutuhkan tambahan nutrisi. Jadi ini sangat berarti. Jadi nanti daging juga akan dikemas dalam bentuk kaleng, siap saji dan siap dihidangkan. Ini sangat membuat untuk mereka yang saat ini tengah berjuang melawan COVID-19," kata Saidah.

Saidah menyebut daging kurban yang sudah dikemas akan langsung didistribusikan oleh panitia pelaksana dengan mengantarkan langsung (secara door to door) kepada masyarakat yang telah terdata dalam data penerima daging kurban. Digitalisasi yang dilaksanakan BAZNAS meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah kurban masyarakat dengan tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi ini.

"Panitia tidak akan membagikan kupon kepada masyarakat penerima manfaat untuk menghindari antrean di sekitar lokasi tempat pemotongan hewan, agar tidak adanya pelanggaran prokes," pungkasnya.

(ncm/ega)