Round-Up

Momen Jokowi Telepon Jajarannya Usai Cek Fakta di Lapangan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 09:04 WIB
Jokowi ke Sunter Agung, Jakut
Jokowi saat blusukan ke Sunter Agung (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap menelepon langsung jajarannya seusai kunjungannya di suatu tempat. Siapa saja yang pernah ditelepon Jokowi seusai kunjungan?

detikcom merangkum ada tiga momen Jokowi yang secara langsung menelepon menteri terkait kunjungannya itu. Di antaranya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Terkait apa mereka ditelepon? simak selengkapnya

Jokowi Telepon Menteri PUPR

Saat itu Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pemasaran dan Distribusi Ikan (PPDI) Brondong yang berlokasi di Pelabuhan Perikanan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, pada Kamis (6/5/2021). Jokowi kemudian berdialog dengan para nelayan untuk mengetahui kebutuhan mereka agar ditindaklanjuti pemerintah.

Pihak nelayan meminta kepada Jokowi agar dilakukan infrastruktur pelabuhan, seperti pengerukan di dua lokasi sekitar perairan pelabuhan yang dangkal dan pemecah gelombang atau break water.

Saat itu juga, Jokowi pun langsung menelepon Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Basuki menyebut akan menindaklanjuti permintaan nelayan itu Agustus 2021. Berikut percakapan Jokowi dan Basuki melalui telepon.

Jokowi: Pak Menteri, kalau break water di PU atau Menhub?
Basuki: Break water bisa PU, Pak.
Jokowi: Kapan bisa dikerjakan di Lamongan?
Basuki: Kami ... (suara tidak jelas)
Jokowi: Berapa bulan lagi bisa dikerjakan di lapangan?
Basuki: Habis Lebaran kami ke lapangan, Pak
Jokowi: Habis Lebaran ke lapangan, terus dikerjain kira-kira kapan perkiraan?
Basuki: Mungkin kita tenderkan Juni, pelabuhan Juli, Agustus, Pak
Jokowi: Agustus ya di Lamongan.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Lihat juga Video: Ada Ajakan Aksi 'Jokowi End Game', Ini Imbauan Mahfud Md

[Gambas:Video 20detik]



Jokowi Telepon Kapolri

Jokowi menelepon langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit saat meninjau pelaksanaan vaksin di JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara. Di situ Jokowi bertemu dengan para sopir truk kontainer.

Jokowi mendapat keluhan dari para sopir terkait maraknya pungli. Saat itu juga Jokowi menelepon langsung Kapolri agar menangkap para pelaku pungli dan preman di Tanjung Priok.

"Pak Kapolri, pagi, nggak... ini saya di Tanjung Priok banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli, di Fortune, di NBC PT, kemudian di Depo Dipa, pertama itu. Yang kedua juga kalau pas macet itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman. Ini keluhan ini tolong bisa diselesaikan, itu aja Pak Kapolri," kata Jokowi seperti dalam video yang disiarkan YouTube Setpres, Kamis (10/6/2021).

"Siap laksanakan, Bapak," jawab Jenderal Sigit.

Jokowi Telepon Menkes

Jokowi menelepon Menkes Budi Gunadi Sadikin seusai kunjungannya ke apotek di Bogor, Jawa Barat. Jokowi mengecek langsung ketersediaan obat antivirus hingga vitamin. Namun Jokowi mendapati obat dan vitamin yang ditanyakannya tak tersedia.

Ada dua obat antivirus yang ditanyakan Jokowi, yakni Oseltamivir dan Favipiravir. Selain itu, Jokowi menanyakan ketersediaan obat antibiotik Acetromicin dan vitamin D3 5000UI. Sama seperti Oseltamivir dan Favipiravir, stok obat dan vitamin tersebut juga tak tersedia.

Mendapati stok obat dan vitamin untuk terapi COVID-19 tak tersedia, Jokowi pun langsung menghubungi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Jokowi menyampaikan bahwa sejumlah obat dan vitamin yang dicarinya tak tersedia di salah satu apotek di Bogor.

"Halo, Pak Menteri. Pak Menteri, ini saya cek ke apotek di Bogor. Saya cari obat antivirus Oseltamivir nggak ada. Cari lagi, obat antivirus yang Favipiravir juga nggak ada, kosong. Saya cari obat yang antibiotik, Acetromicin juga nggak ada," kata Jokowi dilihat dari video yang dipublikasikan YouTube Setpres, Jumat (23/7/2021).

"Baik, kami cek ya," jawab Budi.

"Stok nggak ada sudah seminggu lebih. Terus vitamin D3 juga yang 5000 juga nggak ada. Ini saya," kata Jokowi.

"Apa tadi, Pak?" tanya Budi.

"Vitamin D3 yang 5000UI," jawab Jokowi.

"Ini saya yang dapet hanya multivitamin yang mengandung zinc, hanya itu. Suplemen juga, suplemen apa ini ada yang apa, D3-nya ada tapi hanya yang 1000. Hanya dapat ini saja. Vitamin D3 yang 1000UI. Kemudian yang suplemen yang kombinasi multivitamin ada. Jadi yang lain-lain, obat antivirus, antibiotik nggak ada semuanya," lanjutnya.

"Di Kota Bogor ya Pak ya?" tanya Budi lagi.

"Iya, iya," jawab Jokowi.

"Mohon maaf ya, Pak ya," kata Budi.

"Ini apoteknya Villa Duta," timpal Jokowi.

(eva/hri)