Wapres Ma'ruf Soroti Penanganan COVID di Jateng, Minta Satgas Kerja Ekstra

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 08:52 WIB
Wapres Maruf Amien saat memberikan arahan ke seluruh kepala pemerintahan di Jawa Barat terkait PPKM
Wapres Ma'ruf Amin (Foto: dok. istimewa)
Jakarta -

Jawa Tengah hingga saat ini masih menjadi salah satu provinsi penyumbang kasus harian positif COVID-19 terbesar di Indonesia. Melihat kondisi tersebut, Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin meminta Satgas COVID-19 di Jawa Tengah bekerja ekstra menangani pandemi.

Data per Jumat (23/7), Jateng mencatatkan penambahan jumlah kasus baru sebanyak 5.371 orang dan kasus meninggal sebanyak 309 orang. Bahkan, sehari sebelumnya, Jateng mencatatkan angka kematian akibat COVID-19 tertinggi di Indonesia, yakni 402 orang.

Karena itu, Wapres Ma'ruf meminta Satgas bekerja ekstrakeras melakukan penanganan di hulu dengan optimalisasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), penerapan protokol kesehatan, pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment), serta program vaksinasi.

"Yang hilir itu adalah akibat dari penanganan hulu yang belum tepat. Akibatnya, rumah sakit kekurangan tempat, kekurangan oksigen, kekurangan tenaga kesehatan, kekurangan ruang isolasi (dan) ICU. Ini semua karena penanganan di hulu ini kurang pas, karena memang hilir itu akan sangat ditentukan oleh hulu," kata Ma'ruf.

Pernyataan tersebut tegas disampaikan Ma'ruf saat memberi pengarahan kepada Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Tengah melalui konferensi video pada Jumat (23/07).

Ma'ruf menegaskan, berapa pun jumlah solusi di hilir, seperti ketersediaan bed occupancy rate (BOR), obat-obatan, ruang isolasi, dan ICU untuk pasien COVID-19, tidak akan pernah cukup apabila masalah di hulu, seperti kurangnya kepatuhan protokol kesehatan, kurang optimalnya pelaksanaan 3T, dan lambannya vaksinasi, tetap terjadi.

"Berapa pun di hilir itu kita sediakan tidak akan bisa (mencukupi) kalau hulunya tak tertangani dengan baik," tegasnya.

Untuk itu, Ma'ruf meminta jajaran Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Tengah terus mengoptimalkan penanganan di hulu guna mencegah penularan, khususnya di wilayah-wilayah padat penduduk.

"Saya juga mohon perhatian untuk permukiman yang padat, seperti sekolah, pesantren, atau sekolah yang berasrama, agar diberi perhatian khusus terkait protokol kesehatan, 3T, dan vaksinasi," ujarnya.

Menanggapi arahan Wapres, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui penanganan COVID-19 di hulu memang masih menghadapi kendala, seperti rasio tracing di Jawa Tengah yang masih cukup kecil, yakni satu banding tiga (1:3). Menurutnya, hal ini akibat keterbatasan petugas dan perlengkapan, serta sulitnya mendapatkan orang-orang yang mau dilacak.

"Kita sedang mendorong untuk tidak 1:3. Kalau perlu, 1:15, maka dukungan yang dibutuhkan hari ini adalah memang sumber daya manusia (SDM) dan peralatan," kata Ganjar, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Tengah.

Kemudian, terkait progres vaksinasi COVID-19, Ganjar mengungkapkan cakupan vaksinasi di Jawa Tengah juga masih rendah, yakni suntikan dosis pertama baru 16,16 persen dan dosis kedua 8,28 persen. Menurutnya, ini karena keterbatasan jumlah alokasi vaksin yang diterima dari Kementerian Kesehatan.

"Saya laporkan Pak Wapres, masyarakat ini di Jawa Tengah berebut untuk divaksin. Kawan-kawan bupati/wali kota itu semua rindu vaksin," ujarnya.

Saat Ma'ruf bertanya mengenai kesiapan jumlah vaksinatornya, Ganjar mengatakan jumlah vaksinator di Jawa Tengah sangat mencukupi karena didukung bukan hanya dari tenaga kesehatan, tetapi juga TNI dan Polri, bahkan mahasiswa.

"Kalau vaksinator banyak. Karena sebenarnya kita sudah cek untuk menyuntikkan itu gampang. Dari kami, nakes kita cukup, pakai mahasiswa ada, TNI/Polri ada, jadi kalau vaksinatornya siap semua. Bahkan kemarin tertinggi yang pernah saya tanya, satu orang bisa (memvaksin) 200 orang," jawabnya.

Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui, pada Juli ini, terdapat keterbatasan jumlah vaksin secara nasional, tetapi mulai Agustus kebutuhan vaksin akan kembali tercukupi. Untuk itu, ia berjanji akan menambah porsi vaksin untuk Provinsi Jawa Tengah bahkan dimulai pada akhir Juli ini.

"Tanggal 19 Juli (telah) dikirim 570 ribu dosis vaksin Sinovac, tanggal 22 Juli vaksin AstraZeneca sebanyak 30 ribu dosis, kemudian tanggal 26 Juli kita akan kirim lagi 275 ribu dosis vaksin AstraZeneca, hingga akhir minggu (depan) mungkin akan ada 500 ribuan lagi yang bisa dikirim," ujarnya.

Selain itu, terkait pelaksanaan PPKM, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito melaporkan saat ini dirinya sedang mengkoordinasikan dan mengoptimalkan kerja posko PPKM di Jawa Tengah. Posko PPKM ini, menurutnya, berfungsi untuk pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pemberian bantuan dalam konteks kedisiplinan protokol kesehatan dan penyaluran bantuan.

"Kita tidak hanya memonitor prokes, tetapi juga akan terus membagikan masker kepada masyarakat. Kita sudah membuat satu skema untuk penyaluran masker (yaitu) setiap posko PPKM kita akan kirim 1 paket terdiri atas 10 ribu pieces masker, kemudian 40 liter hand sanitizer, kemudian ditambah dengan vitamin yang sering dibutuhkan," paparnya.

Di samping masalah penanganan COVID-19 di hulu, pada pertemuan ini juga dibahas mengenai permasalahan di hilir, seperti terkait ketersediaan BOR, oksigen, obat-obatan, penyaluran bantuan sosial, dan penyerapan anggaran.

Selain Gubernur Jawa Tengah, hadir secara virtual dalam acara ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah, para bupati/wali kota se-Jawa Tengah, Pangdam IV Diponegoro Mayjen Rudianto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi, serta jajaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu, Wapres didampingi oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Sekjen Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori, Staf Khusus Menteri Sosial Luhur Budijarso, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Masduki Baidlowi.

(hri/hri)