Ada Ajakan Demo 'Jokowi End Game', Epidemiolog Ingatkan Bahaya Corona Delta

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 08:46 WIB
Sejumlah buruh yang tergabung dalam KSPI melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (29/12). Dalam aksi tersebut mereka menolak UU Omnibus Law atau Cipta Kerja yang dilakukan serentak di 18 daerah Indonesia.
Ilustrasi demo (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Seruan demo dengan tajuk 'Jokowi End Game' yang tersebar luas di jagat maya direncanakan digelar hari ini. Epidemiolog UGM Bayu Satria Wiratama mengingatkan bahaya penyebaran virus Corona, terutama varian Delta, di antara para pendemo.

"Ada kemungkinan terjadi penyebaran di sana terutama kalau tidak bisa jaga jarak dan maskernya tidak disiplin. Apalagi varian Delta lebih mudah menular," ujar Bayu kepada detikcom, Jumat (23/7/2021).

Bayu menyebut varian Delta sangat berbahaya melebihi varian Corona lainnya.

"Memang kemampuan menularkannya sangat tinggi dan jauh di atas Alpha," jelas Bayu.

Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman mewanti-wanti masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan yang memobilisasi massa dalam jumlah besar.

"Apa pun alasannya, dalam situasi ini, satu keramaian bukan menjadi hal yang mendatangkan manfaat, malah lebih banyak bahayanya, karena akhirnya berkontribusi pada perburukan. Sudah buruk situasinya, ditambah dengan aktivitas seperti ini, ya tambah buruk," jelas Dicky.

Sekali lagi Dicky meminta masyarakat menghindari kerumunan. "Jangan sampai aktivitas kegiatan-kegiatan kita malah akhirnya memakan korban di kalangan keluarga kita sendiri," ucap Dicky.

Polisi Ingatkan Kondisi Gawat di RS

Poster seruan aksi bertajuk 'Jokowi End Game' sebelumnya beredar di media sosial. Aksi massa tersebut rencananya dilakukan pada 24 Juli dengan melakukan long march dari Glodok ke Istana Negara.

Sementara itu, Polda Metro Jaya memaparkan kondisi COVID-19 di Indonesia dan khususnya di Jakarta. Masyarakat diminta memahami situasi COVID-19 yang sedang mengganas ini dengan tidak melakukan kerumunan.

"Lihat rumah sakit-kuburan udah penuh. Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini, sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. Tapi intinya di sini bagaimana masyarakat mau sadar, mau disiplin, hindari kerumunan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Simak Video: Ada Ajakan Aksi 'Jokowi End Game', Ini Imbauan Mahfud Md

[Gambas:Video 20detik]



(isa/imk)