KPAI Minta Pemda Pastikan Hak Bocah Vino Usai Ortunya Meninggal COVID

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 05:47 WIB
Rumah tempat Vino menjalani isolasi mandiri usai ayah dan ibu meninggal akibat COVID-19. (dok. Istimewa)
Foto: Rumah tempat Vino menjalani isolasi mandiri usai ayah dan ibu meninggal akibat COVID-19. (dok. Istimewa)
Kutai Barat -

Bocah 10 tahun bernama Alviano Dava Raharjo alias Vino harus menjalani isolasi mandiri sebatang kara usai kedua orang tuanya meninggal dunia karena COVID-19. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Pemkab Kutai Barat untuk memenuhi sejumlah hak Vino demi keberlangsungan hidupnya.

"KPAI mendorong Pemerintah Daerah memastikan pemenuhan hak anak-anak yang kehilangan orang tuanya tersebut, seperti pemenuhan keberlangsungan hak atas pendidikannya, memastikan anak-anak tersebut dalam pengasuhan oleh keluarga terdekat, hak pemenuhan kesehatannya," ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangannya kepada detikcom, Jumat (23/7/2021).

Retno meminta pemda dan aparat desa setempat memastikan pengasuh Vino haruslah oleh kerabat/keluarga besar Vino. "Panti asuhan seharusnya menjadi pilihan terakhir," lanjut Vino.

"Penanganan ini tentu memerlukan kehadiran negara serta dukungan APBN dan APBD demi kelangsungan hidup dan masa depan anak-anak yang masih di bawah umur," sebut Retno.

Anggota KPAI Bidang Pendidikan Retno ListyartiKomisioner KPAI Retno Listyarti (Foto: Lisye Sri Rahayu/detikcom)

Retno menyebut kemungkinan masih banyak anak-anak lain yang senasib dengan Vino di Tanah Air. Namun, beritanya tidak viral. "Karena kemungkinan besar Ada vino-vino lain di Indonesia, hanya saja luput dari pemberitaan. Vino termasuk beruntung, karena viral beritanya," tutur Retno.

Kedua Ortu Vino COVID

Kedua orang tua Vino terkonfirmasi positif Corona. Keduanya diketahui habis berkunjung ke rumah tetangga yang ternyata positif COVID-19.

"Pada tanggal 10 Juli kemarin ayah Vino dinyatakan positif COVID-19," kata Slamet, petinggi Desa Kampung Linggang, Desa Purwerejo, kepada detikcom, Kamis (22/7/2021).

Selanjutnya, pada 12 Juli, menyusul ibu Vino yang positif COVID-19. Namun, pada 18 Juli, kondisi ibunya kian melemah dan mengalami sesak napas sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Saat si ibu dirawat, bapaknya yang tadinya menjalani isolasi mandiri di rumah akhirnya ikut menemani ibu Vino di rumah sakit dan bersama-sama menjalani isolasi di rumah sakit.

"Setelah sang istri meninggal dunia ternyata kondisi Kino Raharjo langsung drop dan akhirnya menyusul sang istri meninggal dunia, keduanya dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19," kata Selamet.

Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Vino menjalani isolasi mandiri seorang diri di rumah. Sedihnya lagi, Vino ternyata belum mengetahui bahwa ayah dan ibunya telah tiada.

Namun kini sudah ada keluarga ayahnya yang menemani. Terkait dengan kelanjutan hidup Vino, Selamet mengatakan, petinggi desa menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga mendiang ayah dan ibunya. Jika keluarga menjamin, maka Vino akan diserahkan kepada keluarganya untuk dirawat.

Lihat juga Video: Keluhan Warga Depok soal Sulitnya Akses Penanganan Isoman di Rumah

[Gambas:Video 20detik]




(isa/imk)