Walkot Sebut Klaster Keluarga Berlipat-lipat Buat Makassar Kembali Zona Merah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 19:17 WIB
Walkot Makassar Ramdhan Danny Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Walkot Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali menjadi zona merah COVID-19, setelah kasus aktif Corona di wilayah itu menembus angka 3.192 orang. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto menyebut kluster keluarga yang berlipat-lipat menjadi salah satu sebabnya.

"(Makassar) zona merah memang," ujar Danny saat ditemui detikcom di kediaman pribadinya di Makassar, Jumat (23/7/2021).

Berdasarkan data terakhir yang diperbarui Satgas COVID-19 Makassar, total kumulatif kasus COVID-19 di Makassar mencapai 36.318 orang, di mana 32.485 orang telah dinyatakan sembuh, 641 meninggal dunia, dan 3.192 masih dirawat dan menjalani isolasi mandiri.

Terkait kenaikan angka terkonfirmasi positif yang melonjak tajam tersebut, Danny lantas mengidentifikasi banyaknya kluster keluarga.

"Makassar ini sejarahnya diawali dari kluster perjalanan artinya dari luar, sekarang sudah kluster keluarga di dalam, ini yang berlipat-lipat," ucap Danny.

Danny mengatakan salah satu yang menjadi fokus Pemkot Makassar ialah mempercepat isolasi mandiri (isoman) di kapal apung.

Menurutnya, tingkat kedisiplinan warga saat melakukan isoman dari rumah masih rendah. Isoman di kapal apung kemudian dianggap bisa menjadi solusi.

"Sekarang sudah transfer keluarga, ini orang yang isolasi di rumah yang berlipat-lipat ini mi kenapa harus diisolasi apung," katanya.

Selain itu, Danny mengatakan fungsi tim detektor juga disiapkan untuk mendeteksi lebih dini kasus terkonfirmasi positif di kluster keluarga.

"Iya harus (tim detektor deteksi kluster keluarga). Itu sudah jadi perintah negara sekarang kan. Rapat kemarin Pak Presiden sudah sampaikan bahwa harus ada deteksi dini," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.