Oknum Petugas Lost and Found-OB Bandara Halim Terlibat Pemalsuan Swab PCR

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 19:07 WIB
Pemerintah Kota Bekasi menggelar tes massal corona terhadap penumpang KRL di Stasiun Bekasi. Tes kali ini menggunakan alat yang lebih akurat berupa polymerase chain reaction (PCR). Agung Pambudhy/Detikcom. 

1. Penumpang Commuter line mengikuti test massal COVID 19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2020).
2. Sebanyak 300 penumpang kereta dipilih secara random mengikuti tes ini. 
3. Metode tes PCR adalah mengetes spesimen yang diambil dari dahak di dalam tenggorokan dan hidung lalu diswab. 
4. Tes ini dianggap paling akurat dibandingkan rapid test yang hanya untuk mendeteksi reaksi imun dalam tubuh.
5. Data terkini kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai 249 orang. Pasien sembuh corona 126, dalam perawatan 95, sedangkan meninggal 28 orang.
6. Test ini dibantu petugas dari RSUD Kota Bekasi dan Dinkes Kota Bekasi.
7. Sebelum masuk ke stasiun, penumpang lebih dulu menjalai tes PCR secara acak. Setelah itu, sampel lemdir dari hidung akan diuji di Labiratorium Kesehatan Kota Bekasi.
8. Hasil pemeriksaan ini diharapkan memberi gambaran kondisi penumpang ‎KRL apakah ada yang terpapar COVID-19 atau tidak.
9. Sebelumnya di KRL ada tiga orang yang dinyatakan positif virus COVID-19 berdasarkan hasil test swab PCR yang dilakukan pada 325 calon‎ penumpang dan petugas KAI di Stasiun Bogor. 
10. Sejumlah kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk menstop operasional KRL guna menghambat penyebaran virus COVID-19
11. Hingga 4 Mei 2020 di Indonesia terdapat 11.587 kasus COVID-19 dengan kasus kematian 864 meninggal dan 1.954 sembuh.
12. Sampai kemarin pemerintah telah menguji 112.965 spesimen dari 83.012 orang di 46 laboratorium.
Ilustrasi tes COVID-19 (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Polisi membongkar praktik pemalsuan hasil swab PCR di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Praktik pemalsuan hasil swab PCR itu melibatkan oknum petugas bandara.

"Ada petugas lost and found, ada yang OB (office boy)," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Kompol Indra Tarigan saat dihubungi detikcom, Jumat (23/7/2021).

Total ada lima pelaku yang berhasil ditangkap, yakni DI, MR, MD, DDS, dan KA. Dua pelaku, DDS dan KA, adalah calon penumpang yang menggunakan surat swab PCR palsu.

"DI dan MR ini yang bertugas sebagai marketing dan broker, mereka mencari calon penumpang yang perlu surat swab PCR," katanya.

Para pelaku menawarkan harga swab PCR palsu ini sebesar Rp 600 ribu. Tersangka MD-lah yang kemudian bertugas mengedit swab PCR dari contoh yang sudah ada.

"Nawarin Rp 600 ribu, diminta KTP, dikirim temennya. Temennya bikin dia edit, dikirim lalu print," ujar Indra.

8 Penumpang Lolos Pemeriksaan

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Timur mengungkapkan selama sepekan terakhir pelaku telah membuat 11 surat hasil keterangan swab palsu. Mayoritas surat swab palsu itu mampu mengelabui pemeriksaan petugas di bandara.

"Sudah mengeluarkan 11 surat keterangan palsu dan tiga di antaranya ditolak. Delapan berhasil digunakan untuk penumpang gunakan perjalanan pesawat terbang," ungkap Erwin dalam konferensi pers di Polres Jaktim.

Dari 11 penumpang yang menggunakan swab PCR palsu, 3 di antaranya ditolak. Sedangkan 8 lainnya lolos terbang.

"Sudah mengeluarkan 11 surat keterangan palsu dan tiga di antaranya ditolak. Delapan berhasil digunakan untuk penumpang gunakan perjalanan pesawat terbang," ungkap Erwin.

Polisi menduga masih ada sindikat pelaku pembuatan swab palsu lain yang beraksi di Bandara Halim Perdanakusuma. Dugaan sindikat itu kini tengah didalami petugas.

"Para tersangka ini tengah didalami terkait adakah kaitannya dengan jaringan pemalsu PCR secara luas," pungkas Erwin.

Lihat juga video 'Berani Beli Kartu Vaksin dan Swab Palsu? Siap-siap Diciduk!':

[Gambas:Video 20detik]



(mea/fjp)