Said Aqil: Masih Ada Kiai Suuzan Vaksin Itu Pembantaian Massal

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 17:53 WIB
PBNU menggelar jumpa pers terkait pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat. PBNU menyayangkan aparat keamanan yang mereka nilai kecolongan.
Said Aqil Siroj (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengungkapkan masih ada kiai yang tak percaya adanya virus Corona. Bahkan, menurut Said Aqil, masih ada kiai yang berprasangka buruk terhadap vaksinasi.

Hal ini disampaikan Said Aqil dalam peringatan hari lahir PKB yang disiarkan di akun YouTube DPP PKB, Jumat (27/3/2021). Hadir dalam acara ini baik fisik mau pun virtual Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Menag Yaqut Cholil Qoumas, Menaker Ida Fauziyah, dan Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar.

"Bahkan, masyaallah, tolong saya minta dibantu sama PKB-lah, bagaimana menyadarkan kiai, kiai loh ya, beberapa kiai, yang masih tidak percaya dengan adanya COVID-19," kata Said.

"Masih tidak percaya dengan vaksin, suuzan bahwa vaksin itu merupakan pembantaian massal. Ini akibatnya akan sangat salah nanti, akibatnya sangat parah nanti," tegasnya.

Said Aqil khawatir atas masih adanya kiai yang tak percaya Corona, bahkan berprasangka buruk terhadap vaksinasi. Said Aqil khawatir ada anggapan NU tak realistis.

"Ada orang nanti memahami bahwa NU tidak nasional, atau malah lebih umum lagi nanti Islam tidak rasional, Islam bertentangan dengan ilmu pengetahuan, Islam tidak realistis, NU tidak realistis, NU berpikir sangat kuno, dan tidak sesuai dengan tuntutan zaman, seperti itu nanti bahayanya," ujarnya.

Oleh sebab itu, Said Aqil tak berhenti mengingatkan soal bahaya virus Corona. Selain itu, Said Aqil mendorong agar vaksinasi segera dituntaskan.

"Oleh karena itu, saya sudah dua tahun ini tidak berhenti-hentinya menyadarkan warga NU bahwa bahayanya virus COVID-19, virus itu ada, dan sangat bahaya. Maka ayo sukseskan vaksinasi, itu masih ada kiai, ya bukan kiai kecillah lagi, bukan kiai imam musala, yang masih nggak percaya COVID-19, suuzan dengan kebijakan vaksinasi, tolong PKB juga harus menyadarkan bersama-sama," imbuhnya.

(rfs/imk)