Jurus Jusuf Hamka Bikin Happy Pedagang Kecil hingga Satpol PP

Deden Gunawan - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 09:11 WIB
Jakarta -

Sementara dua YouTuber melakukan aksi bagi-bagi duit untuk membantu warga saat PPKM darurat, pengusaha Jusuf Hamka alias Babah Alun punya cara lain. Dia lebih suka memborong barang dagangan pedagang kaki lima hingga ibu penjual roti dengan gerobak. Aksinya itu dilakukan di Johar Baru, Karang Anyar, Lautse, dan Krekot Bundar, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Jusuf Hamka mengaku perilaku petugas Satpol PP di Gowa yang memukul seorang perempuan saat melakukan penertiban membuatnya prihatin dan gusar. Dia lalu menghubungi Wali Kota Jakarta Pusat Dhani Sukma untuk melakukan patroli bersama. "Saya bilang ke Wali Kota, PPKM memang harus diperketat, tapi di sisi lain tidak merugikan orang lain, terutama pedagang," kata bos jalan tol itu dalam Blak-blakan di detikcom, Jumat (23/7/2021).

Dhani setuju dan mengajak melihat suasana PPKM darurat di wilayah Johar Baru. Di sana banyak pedagang kaki lima berjualan tanpa mematuhi protokol kesehatan. Juga ada arena hiburan komidi putar, yang sebetulnya rentan bagi anak-anak terpapar virus Corona.

Jusuf bersama Wali Kota dan Camat Johar Baru Nurhelmi Savitri melakukan pendekatan secara baik-baik kepada para pedagang itu. Langkah ini sekaligus untuk memberi contoh kepada para petugas Satpol PP bagaimana seharusnya mereka bersikap dan bertindak. Penegakan aturan akan berhasil baik bila dilakukan tidak dengan petantang-petenteng, tapi dengan menyentuh sisi kemanusiaan mereka.

"Malam itu saya bujuk beberapa pedagang untuk pulang. Sisa dagangan yang belum laku saya beli semua. Ke pemilik komidi putar pun saya ganti pendapatannya supaya dia setop beroperasi. Berisiko buat anak-anak," kata Jusuf Hamka.

Wali Kota sempat bertanya untuk apa makanan begitu banyak dibelinya? Dia menjelaskan makanan yang dia borong akan dibagikan kepada warga duafa dan yang sedang menjalani isolasi mandiri. Makanan itu kemudian dibagi-bagikan oleh Satpol PP.

"Biar semua senang. Warga senang, pedagang senang, dan Satpol PP juga senang karena terhindar dari bentrokan saat menertibkan warga di masa PPKM," jelas Jusuf Hamka.

Anak angkat ulama besar Buya Hamka itu menegaskan tidak peduli jika dituding pencitraan. Tujuannya cuma ingin mengetuk hati pengusaha lain untuk berbuat yang sama terhadap para pelaku UMKM. Dengan membeli barang mereka dan membagikan kepada warga tak mampu, kata dia, berarti menolong dua kelompok masyarakat sekaligus.

(jat/jat)