Jemaah Sattariyah di Sumbar Baru Gelar Salat Idul Adha Hari Ini

Jeka Kampai - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 13:23 WIB
Padang -

Jemaah Tarekat Sattariyah di Sumatera Barat baru menggelar salat Idul Adha 1442 Hijriah hari ini. Para pengikut aliran ini meyakini 10 Zulhijah baru jatuh pada hari ini atau dua hari lebih telat dari keputusan pemerintah.

Pelaksanaan salat Idul Adha dipusatkan di kompleks makam Syekh Burhanuddin di Nagari Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. Syekh Burhanuddin merupakan ulama yang membawa, memperkenalkan, dan mengembangkan Tarekat Sattariyah di Nusantara. Pengikutnya diklaim tersebar ke seluruh pelosok Nusantara, bahkan mancanegara.

Salah seorang ulama Sattariyah, Tuangku Ahmad Yusuf Khatib Majolelo, mengatakan keputusan menetapkan waktu Idul Adha, termasuk hari besar Islam lainnya, berdasarkan pada kajian dan hitungan Khamsiah.

Taqwim ini didapat berdasarkan huruf masing-masing bulan dan tahun. Jumlah dari kedua huruf tersebut menjadi penentu awalnya 1 Ramadhan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijah.

"Berdasarkan hitungan Khamsiah, bilangannya taqwim. Jadi dia, setiap bulan itu ada nama hurufnya, setiap tahun ada juga nama hurufnya. Itu yang kemudian disatukan sehingga kita bisa menetapkan setiap hari besar," kata Tuanku kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Menurutnya, meski berbeda dengan pemerintah dan sebagian besar umat Islam lainnya, pelaksanaan ibadah tidak terganggu sama sekali. "Perbedaan ini tidak hanya kerap terjadi pada perayaan Idul Adha saja, namun juga saat penentuan awal Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri," kata dia.

Salat Idul Adha diikuti ratusan jemaah. Selain itu, sepanjang pelaksanaan salat Id, tidak terlihat adanya penerapan protokol kesehatan. Jemaah tidak menggunakan masker sama sekali. Seusai salat Id, seluruh jemaah melanjutkan dengan bersalam-salaman.

Sattariyah merupakan satu dari dua aliran tarekat besar yang berkembang di Sumatera Barat. Selain Sattariyah, juga berkembang Tarekat Naqsabandiyah. Berbeda dengan Sattariyah yang dua hari lebih lambat, Naqsabandiyah biasanya lebih awal dua hari dibanding kebijakan pemerintah.

(mae/mae)