Lantik Bupati-Wabup Madina dan Labusel, Edy Minta Jangan Cuma Akur 3 Bulan

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 11:24 WIB
Pelantikan Bupati-Wabup Madina dan Labusel (dok. YouTube Humas Sumut)
Foto: Pelantikan Bupati-Wabup Madina dan Labusel (dok. YouTube Humas Sumut)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi melantik Bupati-Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel). Kepala Daerah yang dilantik ini merupakan hasil Pilkada 2020.

Pelantikan dilakukan di rumah dinas Gubsu, Medan, Kamis (22/7/2021). Pelantikan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Humas Sumut yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Sumut.

Muhammad Jafar Sukhairi dan Atika Azmi Utammi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madina. Sementara Edimin dan Ahmad Padli Tanjung dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Labusel.

Pelantikan diawali dengan pembacaan keputusan Menteri Dalam Negeri tentang pengesahan pengangkatan kepala daerah dan wakil kepala daerah hasil Pilkada serentak tahun 2020 di wilayah Provinsi Sumatera Utara. Selanjutnya pengambilan sumpah janji jabatan yang dipandu Gubsu Edy.

Acara selanjutnya adalah penandatanganan berita acara pelantikan. Edy kemudian memasangkan tanda jabatan kepada para Bupati dan Wakil Bupati.

Setelah naskah pelantikan dibacakan dan ditandatangani Edy, para kepala daerah yang dilantik melakukan penandatanganan pakta integritas. Edy kemudian mengingatkan Bupati dan Wakil Bupati harus selalu akur.

"Bupati dan Wakil Bupati, biasanya akurnya hanya 3 bulan. Habis itu masing masing Bupati mau jumpa Wakil Bupati sulit, Wakil Bupati mau jumpa Bupati sulit," tutur Edy.

Edy mengatakan perbedaan pendapat dalam pemerintahan adalah hal wajar. Namun, dia meminta agar perbedaan itu tidak diperpanjang sehingga pembangunan terhambat.

"Seperti suami dan istri, ada saatnya menjadikan suatu perbedaan. Hal yang wajar, tetapi tidak boleh itu berkepanjangan yang mengakibatkan jalannya pembangunan pincang," tutur Edy.

Edy meminta Bupati-Wakil Bupati Madina dan Labusel menjalankan pemerintahan dengan baik. Hal ini, katanya, dibutuhkan agar visi Sumatera Utara bermartabat dapat terwujud.

"Omong kosong Sumatera Utara ini bermartabat kalau ada kabupaten yang tidak bermartabat," jelasnya.

(haf/haf)