Komisi Fatwa MUI soal Cuitan 'Muazin' Jokowi: Tak Masalah dari Sisi Agama

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 10:44 WIB
Asrorun Niam
Foto: Ketua Bidang Fatwa Asrorun Niam (Adhi/detikcom)
Jakarta -

Cuitan Jokowi soal muazin di salat Idul Adha mendapat sorotan warganet. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni'am mengatakan tidak ada masalah dengan sebutan ini dari sisi agama.

Asrorun Ni'am menjelaskan asal-usul kata muazin dari bahasa Arab. Secara bahasa, muazin artinya ialah orang yang menyeru dalam konteks ibadah.

"Muazin itu dari bahasa Arab, isim fail dari 'fiil adzdzana yuadzdzinu' artinya orang yang menyeru. Dalam konteks ibadah, muazin dipahami orang yang menyeru dan mengajak melakukan ibadah," kata Asrorun Ni'am kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Berangkat dari definisi tersebut, maka bisa diartikan bahwa muazin ialah orang yang menyerukan ajakan salat id. Oleh karena itu, menurutnya, istilah muazin dalam salat id tidak masalah dari sisi agama.

"Jadi dalam konteks ibadah salat id, muazin yang disebutkan itu orang yang menyeru untuk mengajak melakukan salat id. Jadi, nggak masalah dari sisi agama," tuturnya.

"Itu soal sebutan. Orang yang azan, dalam tradisi kita, biasa juga disebut sebagai Bilal. Padahal, Bilal itu adalah nama orang yang biasa melakukan seruan. Dan itu tidak jadi masalah," sambungnya.

Dia mengatakan masalah penyebutan muazin dalam salat id ini memang bisa menjadi objek bully. Dia mengajak semua pihak tidak menghabiskan energi untuk hal-hal yang remeh dan tidak subtansial.

"Kalau orang mau usil, itu juga bisa jadi obyek bullying. Tapi penamaan itu kan yang paling penting adalah maksudnya bisa dipahami. Itu tidak terkait dengan pokok ajaran agama, jadi tidak patut diributkan. Energi kita perlu dicurahkan untuk hal-hal besar dan strategis, khususnya langkah dan kontribusi dalam penanggulangan COVID. Jangan habiskan energi untuk hal remeh, tidak substansial, dan narasi kebencian. Itu tidak baik," ujarnya.

Lihat juga Video: Beda Kalimat Jokowi Saat Live dan Twitter Soal PPKM

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2