Epidemiolog Nilai PPKM Berlevel Mestinya Diterapkan Sejak Awal Pandemi

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 07:30 WIB
Epidemiolog, Dicky Budiman. (Dok pribadi)
Epidemiolog Dicky Budiman (Foto: dok. pribadi)
Jakarta -

Kebijakan pengendalian COVID-19 di Indonesia berubah nama dari PPKM darurat menjadi PPKM level 3-4. Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman menilai berubah-ubahnya nama kebijakan disebabkan oleh tak mendasarnya pada strategi yang sudah ada.

"Inilah kalau kita itu tidak mendasarkan strategi pada strategi yang sudah ada. Indonesia ini sudah berdiri sudah lama banget, sudah 70 tahun merdeka, dan kalau bicara respons pandemi, kita sudah punya, kita sudah buat," kata Dicky kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Dicky menyebut strategi pengendalian pandemi itu sudah ada sejak tahun 2000-an, termasuk pengendalian pandemi bertingkat atau level.

"Di tahun 2000-an itu kita sudah bikin rencana pandemi, yang artinya kalau ada pandemi, tracing dan testing harus dilakukan, termasuk di situ opsi karantina wilayah atau lockdown itu ada," katanya.

"Sudah pernah kita lakukan uji cobanya, makanya saya di awal pandemi sudah bisa sampaikan kita nggak usah buat (kebijakan baru), karena saya ikut dalam uji coba itu 10-12 tahun lalu," ujarnya.

Hanya, menurutnya, pihak yang terlibat dalam proses pengendalian pandemi COVID-19 saat ini tidak mengetahuinya. Dicky menilai seharusnya keputusan pengendalian berlevel itu dilakukan sejak awal.

"Itu artinya yang terlibat saat ini nggak tahu ada dokumen itu. Dan bahwa ada namanya tahapan atau level setelah pengetatan, itu bukan hal yang baru dan itu harusnya dilakukan sejak awal," tutur Dicky.

Dia menyayangkan respons pemerintah yang tidak menaruh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai leading sector pengendalian pandemi sejak awal.

"Inilah yang menunjukkan bahwa ada sistem yang baru dan banyak orang yang terlibat tidak menggunakan sistem yang ada, dan tidak tahu, itu yang saya sangat sayangkan," ujarnya.

Menurutnya, strategi penanganan pandemi berlevel bisa saja diterapkan dari awal jika Kemenkes ditunjuk menjadi leading sector.

"Itulah sebabnya kenapa saya sampaikan ya harus diserahkan ke Kemenkes, walaupun menterinya nggak tahu. Di Kemenkes itu ada, makanya ini menunjukkan bahwa respons pandemi kita ini nggak menempatkan bahwa sektor kesehatan sebagai leading sector-nya. Karena kalau sektor kesehatan sebagai leading sector, pasti tahu, ada aturannya, orang saya lama di Kemenkes. Jadi ada namanya tahap grade 1-4 itu bukan baru, itu lama, kita sudah punya, ya jadi kenapa nggak dipakai," lanjut Dicky.

Simak selengkapnya di halaman berikut

Simak Video: Penanganan Corona RI: PSBB, PPKM, PPKM Darurat, PPKM Level 3-4

[Gambas:Video 20detik]



Lebih lanjut, menurut Dicky, WHO pun memberikan anjuran itu kepada semua negara. Bahkan penerapan kebijakan berlevel ini sudah ada sejak pandemi flu burung pada 2009.

"WHO sudah lama melatih ini, mengajarkan ini kepada semua negara, terutama pada swine flue tahun 2009. Itu digiatkan banget flu burung saat itu, ini yang harusnya kita lakukan, dan Australia negara yang berhasil itu menerapkan ini sejak awal. jadi jelas, bagaimana posisi vaksinasi, bagaimana tracing-testing, itu jelas ada di situ," tuturnya.

Alasan Istilah PPKM Diganti

Pemerintah menjelaskan saat ini istilah PPKM darurat sudah diganti dengan istilah PPKM level 4. Perubahan nama pembatasan sosial ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya kira kita sudah dengar arahan Presiden kepada kami para pembantunya. Presiden memerintahkan agar tidak lagi menggunakan PPKM darurat ataupun mikro, namun kita gunakan yang sederhana, yaitu PPKM level 4, yang berlaku hingga tanggal 25 Juli," kata Luhut Pandjaitan dalam siaran pers via kanal YouTube Kementerian Perekonomian, Rabu (21/7).

Luhut adalah Koordinator PPKM Jawa-Bali sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Dia menjelaskan aturan PPKM level 4 ini sudah dituangkan dalam Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021. Selain level 4, ada pula level yang lebih rendah.

"Nanti ada level 1 sampai 4. Level 4 yang paling tinggi, seperti yang sekarang sedang kita jalani," kata Luhut.

Selain Luhut, ada Airlangga Hartarto yang menjelaskan mengenai penyebutan PPKM level 4. Airlangga adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). PPKM level 4 diterapkan di semua provinsi Pulau Jawa dan Bali.

"Pemerintah melakukan pengendalian dengan penerapan PPKM level 4, sesuai arahan, kita menyebutnya level 4," kata Airlangga.

Di luar Jawa-Bali, ada program-program bantuan sosial yang diberikan pemerintah selama PPKM level 4.

"Level 4 ini menggantikan istilah darurat," kata Airlangga.

(eva/jbr)