Terlibat Cekcok, Pria di Makassar Tewas Dikeroyok Keluarganya

Reinhard Soplantila - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 23:50 WIB
Makassar -

Aparat kepolisian menangkap empat orang yang melakukan pengeroyokan terhadap seorang pria bernama Haidir Ali hingga tewas di Makassar, Sulsel. Para pelaku diketahui merupakan keluarga korban, yang terdiri dari sepupu, tante, hingga kakeknya.

Peristiwa pengeroyokan hingga korban tewas ini diketahui terjadi pada Selasa (20/7), di Jalan Monginsidi Baru, Makassar. Korban awalnya terlibat cekcok dengan sepupunya bernama Arjun, hingga korban ditebas menggunakan parang.

"Kronologisnya kejadiannya yang kita dapatkan ada empat orang pelaku dimana salah satu pelaku berselisih paham dengan korban di jalan Monginsidi Baru, di mana pelaku itu bernama AR membawa parang dan saat berselisih paham dengan korban dia menebas korban dan kena pada bagian perut dan lengan sehingga dia melarikan diri dan korban kembali ke rumah," ujar Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando, pada Rabu (21/7/2021).

Korban kemudian tidak terima dan ingin membalas dendam kepada pelaku dengan mendatangi rumahnya. Namun, di lokasi itu korban malah bertemu dengan ibu pelaku bernama Anti, yang tak lain adalah tantenya hingga kembali terlibat perselisihan.

"Berselang 30 menit kemudian, korban hendak mencari AR di Monginsidi Baru, tapi tidak bertemu, melainkan bertemu dengan salah seorang pelaku atas nama perempuan AN dan berdebat," kata Lando.

Dari perselihan itu, korban melempari tantenya dengan batu hingga anaknya bernama Dandi, yang melihat peristiwa itu geram. Akhirnya Dandi lalu masuk ke mengambil tombaknya dan menusuk korban.

"Bahkan korban melempari (AN) dengan batu sehingga salah satu pelaku juga yang anak dari PR melihat ibunya masuk ke rumah dan mengambil tombak dan menusuk korban pada bagian perut," tutur Lando.

Melihat peristiwa itu, tante korban bersama dengan kakek korban bernama Daeng Ngerang, bukannya menolong. Kedua orang itu kembali melakukan penusukan kepada korban dengan tombak dan memukuli leher korban dengan balok kayu.

"Ketika tombak di dalam perut korban salah satu tersangka atas nama DG mencabut tombak dari tubuh korban dan DG ini kakek korban dan menusuk bagian tangan korban sedangkan PR, AN, mengambil balok dan memukul korban di leher dan kepala," ungkap Lando.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: