Keliaran Saat Positif COVID-19 di Bali, WN Rusia Dideportasi Imigrasi

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 23:06 WIB
Denpasar -

Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Rusia berusia 32 tahun, Anzhelika Naumenok dideportasi oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai. Perempuan tersebut dideportasi lantaran terbukti melanggar protokol kesehatan karena berkeliaran saat positif COVID-19.

"Yang bersangkutan menolak untuk melaksanakan isolasi mandiri dan dengan sengaja tetap melakukan aktivitas bertemu dengan banyak orang tanpa menggunakan masker," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Bali Jamaruli Manihuruk dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (21/7/2021) malam.

Pendeportasian Anzhelika dilakukan melalui Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dengan maskapai Citilink nomor penerbangan QG-691 pada pukul 14.40 Wita. Selanjutnya, dilakukan penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Moskow, Rusia, dengan penerbangan Turkish Airlines pada pukul 21.05 WIB.

Jamaruli mengungkapkan, WN Rusia tersebut awalnya dinyatakan positif terjangkit COVID-19 pada 4 Juli 2021 sesuai dengan hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Udayana (Unud). Namun, setelah dinyatakan positif, yang bersangkutan enggan melakukan karantina.

Atas pelanggaran tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung menjemput yang bersangkutan secara paksa. Aparat kemudian menempatkannya di tempat isolasi terpusat milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali di Hotel Ibis yang berada di kawasan Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Sedangkan paspornya ditahan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

Karena itu, Anzhelika disangkakan telah melanggar Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 10 Tahun 2021. Pergub tersebut ialah tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 dalam tatanan kehidupan era baru.

Selanjutnya, proses yang telah ditempuh Anzhelika: