Mempawah Kalbar Sepekan Dilanda Banjir, 26.245 Jiwa Terdampak

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 22:24 WIB
Banjir yang menggenangi rumah warga di Desa sejegi, kecamatan mempawah Timur, Rabu (21/7) (dok BPBD Kab Mempawah)
Banjir yang menggenangi rumah warga di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu (21/7) (Dok. BPBD Kab Mempawah)
Jakarta -

Wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), sudah sepekan dilanda banjir. Banjir masih menggenangi wilayah di 6 kecamatan.

Bupati Mempawah Erlina telah menetapkan status tanggap darurat, yang berlaku pada 15-29 Juli 2021. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Mempawah Nomor 186 Tahun 2021 tentang Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor di Kabupaten Mempawah Tahun 2021.

"Dalam rangka percepatan penanganan bencana yang terjadi di Kabupaten Mempawah," kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Rabu (21/7/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, per hari ini, jumlah warga yang terkena dampak banjir bertambah menjadi 7.885 KK/26.245 jiwa.

"Masih terdapat enam kecamatan yang sebagian desanya masih tergenang banjir, di antaranya Kecamatan Jongkat, Kecamatan Segedong, Kecamatan Sui Kunyit, Kecamatan Sui Pinyuh, Kecamatan Mempawah Hilir dan Kecamatan Mempawah Timur," ucapnya.

Sementara itu, BPBD Mempawah mencatat banjir sudah berangsur surut di Kecamatan Toho dan Kecamatan Anjongan. Para warga yang sebelumnya mengungsi, sudah kembali ke rumah dan membersihkan rumah dari lumpur yang terbawa saat banjir.

Banjir di Mempawah, Kalimantan Barat (dok. BNPB)Banjir yang menggenangi rumah warga di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu (21/7). (Dok. BPBD Kab Mempawah)

Risiko Banjir Sedang-Tinggi

Berdasarkan hasil kajian dari InaRISK, Kabupaten Mempawah memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Kejadian banjir ini merupakan fenomena berulang apabila tidak ditindaklanjuti.

"BNPB mengimbau kepada pemerintah setempat untuk dapat menyiapkan program jangka menengah dan jangka panjang seperti peniadaan pemukiman di sekitar pesisir pantai dan dataran rendah. Hal ini sebagai upaya pencegahan bahaya bencana hidrometeorologi," katanya.

BNPB juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana dengan memantau informasi prakiraan cuaca melalui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta memeriksa potensi bencana di sekitar wilayah melalui InaRisk.

Pada Kamis (15/7), dilaporkan sebanyak 674 rumah di 5 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Mempawah. Hujan dengan intensitas tinggi serta gelombang laut yang cukup tinggi disertai angin kencang memicu banjir yang terjadi pada Rabu (14/7), pukul 01.00 WIB.

(jbr/dnu)