PPKM Bandung Terkini: Penolakan soal Perpanjangan-Stok Oksigen Kurang

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 18:21 WIB
PPKM Bandung Terkini: Penolakan Soal Perpanjangan-Stok Oksigen Kurang
PPKM Bandung Terkini: Penolakan soal Perpanjangan-Stok Oksigen Kurang (Yudha Maulana/detikcom)
Jakarta -

PPKM Bandung terkini diketahui juga melakukan perpanjangan sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri terbaru. Merespons aturan yang berlaku hingga 25 Juli 2021 mendatang, sejumlah pihak menyampaikan penolakan hingga berbuntut dibubarkan oleh polisi dari Persimpangan Dago-Sulanjana.

Diketahui, mulai 20 Juli hingga 25 Juli, istilah PPKM darurat diubah menjadi PPKM level 3-4 sesuai dengan level situasi pandemi di daerah. Untuk Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, diterapkan dalam PPKM level 3. Sementara Kota Bandung masuk kategori PPKM level 4.

PPKM Bandung Terkini: Massa Tolak Perpanjangan

Massa yang terdiri atas mahasiswa, pedagang, dan driver ojek online (ojol) menggelar aksi menolak perpanjangan PPKM Bandung. Mereka berunjuk rasa di depan Balai Kota (Balkot) Bandung atau kantor wali kota, Jalan Wastukencana.

Kemudian, massa juga menduduki perempatan Jalan Dago-Sulanjana. Mereka meneriakkan berbagai tuntutan di tengah persimpangan jalan tersebut.

"Kami pedagang tidak bisa mencari nafkah karena PPKM darurat ini. Kami pedagang meminta kepada pemerintah untuk menghentikan PPKM ini," ujar salah seorang orator.

Polisi pun kemudian membubarkan massa. Dalam aksi tersebut, dikerahkan pasukan pengurai massa dan satu unit mobil water cannon.

Akses Jalan Dago-Sulanjana yang sebelumnya ditutup oleh massa aksi sudah kembali dibuka. Arus lalu lintas kembali normal.

PPKM Bandung Terkini: Stok Oksigen Sempat Kurang

Hampir semua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Bandung kekurangan stok oksigen medis. Salah satunya di Rumah Sakit Imannuel yang sempat viral beberapa waktu lalu.

"Itu kan sebetulnya terjadinya cukup merata di rumah sakit. Jujur sih saya menyayangkan sampai surat itu (dari RS Immanuel) viral ke mana-mana, seolah-olah (tidak ada upaya dari pemerintah). Padahal kita selama ini sampai bikin pokja untuk oksigen," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Kantor DKPP, Jalan Arjuna, Kota Bandung, Rabu (21/7/2021).

Untuk memenuhi kebutuhan tabung oksigen di rumah sakit, Pemprov Jabar, Pusat, hingga swasta turut membantu distribusi kebutuhan oksigen. Hal ini terjadi lantaran kebutuhan oksigen juga meningkat di Bandung.

"Karena pernah ada panic buying, tidak seperti normal. Insyaallah ada bantuan seperti dari Krakatau Steel dan lain-lain," kata Yana.

PPKM Bandung Terkini: Pelanggan Bisa Dine-in

Untuk kabupaten Bandung, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan aturannya tak berbeda jauh dengan PPKM darurat sebelumnya. Namun karena masuk dalam kategori level 3, ada pelonggaran aturan kepada penyedia jasa makanan untuk bisa melayani konsumen agar dapat makan di dalam rumah makan.

"Perlakuannya sama, tetap ada pelonggaran, kaitannya warung kopi, warteg boleh melaksanakan dagangannya, boleh juga makan di situ selama 30 menit, kalau dulu kan di take away, kalau sekarang boleh," ujarnya.

Apa yang disampaikan Dadang berbanding terbalik dengan aturan yang ada dalam Inmendagri. Dalam aturan pusat, baik PPKM Level 3 dan 4 tidak ada perubahan, bahwa tempat umum atau restoran, kafe, dan warung makan hanya menyediakan delivery maupun take away.

(izt/imk)