Cuitan Jokowi soal Muazin Salat Idul Adha Disorot, Menag Beri Penjelasan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 11:45 WIB
Presiden Jokowi salat Idul Adha di halaman Istana Kepresidenan Bogor
Jokowi melaksanakan salat Idul Adha di Istana Bogor (Foto: dok. screenshot Instagram Jokowi)
Jakarta -

Cuitan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal muazin di salat Idul Adha ramai disorot di media sosial. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memberikan penjelasan.

Jokowi diketahui menunaikan salat Idul Adha di Istana Bogor, Selasa (20/7/2021). Dalam akun Twitter-nya, Jokowi menyebut muazin di salat Idul Adha tersebut adalah anggota Paspampres.

"Salat Iduladha pagi ini di halaman Istana Bogor dengan jamaah terbatas. Bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres," tulis Jokowi seperti dilihat detikcom, Rabu (21/7).

"Kata sang khatib, 'semua cobaan dapat kita lalui dengan baik bila dihadapi dengan sabar'," sambung Jokowi.

Cuitan Jokowi soal muazin di salat Idul Adha itu pun menuai reaksi warganet. Ada yang mempertanyakan dan heran kenapa ada muazin dalam salat Idul Adha.

Menag Yaqut jumpa pers pembatalan Haji 2021Menag Yaqut Cholil Qoumas (Foto: dok YouTube Kemenag)

Menag Yaqut pun buka suara. Yaqut menjelaskan muazin juga bisa dimaknai sebagai seseorang yang memberikan tanda salat dimulai.

"Yang mempertanyakan sudah belajar belum? Muazin dan bilal itu sebutan yang sama untuk mereka yang memiliki suara lantang dan fasih. Bukan hanya kumandang azan, tetapi juga memberi tanda salat dimulai. Kalau di salat Id, muazin atau bilal, dia yang mengomando: assolaatu jaami'ah...," kata Yaqut lewat pesan singkat.

"Jadi, secara harfiah, muazin itu artinya orang yang mengumandangkan azan. Bilal itu tafa'ulan kepada sahabat Bilal, sahabat Nabi yang pertama kali mengumandangkan azan," sambung Yaqut.

Lihat juga Video: Momen Wapres Ma'ruf Amin Imami Salat idul Adha di Rumah Dinas

[Gambas:Video 20detik]




(knv/tor)