Pemkot Jaksel Pakai Alat Khusus Cegah Sapi Kurban Ngamuk Jelang Dipotong

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 10:36 WIB
Proses penyembelihan hewan kurban di kantor Wali Kota Jakarta Selatan (Yogi Ernes-detikcom)
Proses penyembelihan hewan kurban di kantor Wali Kota Jakarta Selatan. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Jaksel) menggelar pemotongan hewan kurban di perkarangan Masjid Darul Jannah Kantor Wali Kota Jaksel. Pemotongan hewan kurban itu menggunakan bantuan alat khusus.

Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (21/7/2021), alat itu terlihat seperti kandang kecil terbuat dari besi. Hewan kurban, khususnya sapi, yang akan disembelih dimasukkan ke alat tersebut.

Petugas nantinya akan mengikat hewan kurban itu ke besi di salah satu sisi alat itu. Setelah sapi terikat, petugas kemudian membuka salah satu sisi alat yang menyerupai kandang itu.

Sapi yang sudah terikat di besi itu kemudian direbahkan ke tanah lalu disembelih. Plt Walkot Jaksel, Isnawa Adji, menyebut alat ini memudahkan petugas dalam melakukan penyembelihan.

Proses penyembelihan hewan kurban di kantor Wali Kota Jakarta Selatan (Yogi Ernes-detikcom)Proses penyembelihan hewan kurban di kantor Wali Kota Jakarta Selatan. (Yogi Ernes/detikcom)

"Tahun ini kita juga gunakan alat yang memudahkan kita menggunakan alat dalam penyembelihan hewan kurban. Jadi tidak lagi cara konvensional tapi menggunakan alat yang memudahkan untuk melakukan penyembelihan hewan kurban," kata Isnawa di lokasi, Rabu (21/7/2021).

Dia mengatakan pihaknya menyiapkan 48 ekor sapi dan 104 ekor kambing untuk dikurbankan. Daging kurban nantinya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Memang sebagian besar daging ini selain untuk fakir miskin. Kita minta bantuan Lurah, Camat supaya daging kurban ini bisa disalurkan juga ke keluarga yang melakukan isoman di rumahnya," katanya.

Isnawa menyebut para petugas yang melakukan penyembelihan sudah dicek kesehatannya. Dia mengatakan hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus Corona saat proses penyembelihan hewan kurban.

"Betul-betul kita cek petugasnya jangan sampai terpapar COVID-19. Mereka jaga jarak, tidak merokok dan menjaga kesehatan dan mereka sudah di-swab. Jadi seandainya reaktif dan lain-lain kita tidak izinkan menjadi petugas," katanya.

"Kita minta kepada alim ulama dan tokoh-tokoh yang kita ajak kerja sama untuk bisa membantu juga menyampaikan daging kurban dari kantor Walkot kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," sambung Isnawa.

Lihat juga Video: Sapi Kurban di Cianjur Ngamuk Sampai Masuk Sungai

[Gambas:Video 20detik]




(ygs/haf)