Rumah Sehat Jakabaring Sumsel Dibuka Lagi untuk Isolasi COVID-19

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 02:30 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru
Foto: Gubernur Sumsel Herman Deru. (Prima Syahbana-detikcom)
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel membuka kembali Rumah Sehat COVID-19 yang berada di Wisma Atlet Jakabaring. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru mengatakan lokasi ini dipersiapkan khusus untuk isolasi pasien bergejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG).

"Kalau tidak mampu isoman (isolasi mandiri), Pemprov sudah mempersiapkan tempat isolasi yang berkualitas dengan fasilitas yang lengkap dan pelayanan yang prima. Terpenting masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/7/2021)

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat untuk tidak ragu melakukan isolasi apabila terpapar COVID-19. Apalagi perawatan selama isolasi gratis sehingga masyarakat tidak akan dikenakan biaya.

"Jika di rumah ada anak kecil atau ada orang tua atau keluarga komorbid (penyakit penyerta) tidak perlu ragu cari tempat isolasi. Pemprov siapkan ini dengan gratis tanpa biaya, tanpa pungutan. Sedangkan untuk yang bergejala sedang atau berat diarahkan ke RS rujukan," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nurainy Apt MKes mengatakan rumah sehat menjadi bentuk upaya Pemprov Sumsel dalam menangani COVID-19 dengan serius, termasuk menyiapkan sarana pelayanan kesehatan untuk pasien baik RS rujukkan COVID-19 maupun tempat isolasi terpusat.

Selain itu, Lesty menyebut Rumah Sehat Jakabaring menyiapkan tenaga perawat dan dokter. Dengan begitu, pasien COVID-19 bisa dipantau dan diobservasi secara rutin, serta bisa melakukan konsultasi.

"Penghuni juga dipantau secara rutin oleh tenaga medis dan diberikan paket obat-obatan secara gratis," jelasnya.

Meski begitu menurutnya tak hanya pasien yang melakukan karantina terpusat di Rumah Sehat saja yang terpantau, masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman) pun bisa dengan cara melapor ke Puskesmas.

"Yang isolasi mandiri harus lapor ke Puskesmas terdekat agar bisa lebih terpantau," ujarnya.

Dengan melaporkan ke Puskesmas nantinya tenaga kesehatan yang ada akan melakukan pengecekan rutin. Pasien COVID-19 juga akan mendapatkan paket obat-obatan yang lengkap dari Dinkes. "Ini juga gratis," katanya.

Diungkapkannya, pasien yang kesulitan mengakses tempat isolasi terpusat bisa menghubungi call center 119 untuk kemudian dijemput dan dibawa ke Rumah Sehat Jakabaring.

Lebih lanjut Lesty menegaskan Wisma Atlet disediakan bagi siapa saja yang masuk wilayah Sumsel dan terbukti positif COVID-19, baik dengan gejala ringan atau tanpa gejala yang tidak bisa isolasi mandiri.

"Pernah juga ada dari provinsi lain yang terjaring saat diperiksa di pos penyekatan dan diperbolehkan juga warga negara asing yg terjaring di bandara misalnya," tandasnya.

Di sisi lain, Penanggung Jawab Rumah Sehat Wisma Atlet, dr Trisnawarman sekaligus Sekretaris Dinkes Sumsel menambahkan saat ini jumlah masyarakat yang terpapar COVID-19 semakin melonjak. Berdasarkan data tracking, dari semula 300 pasien terkonfirmasi positif, kemudian meningkat menjadi 600 pasien. Angka ini dinilainya terus meningkat seiring dengan semakin intensnya pelaksanaan tracing pasien COVID-19.

"Peningkatan ini kami antisipasi dengan melakukan penambahan bed isolasi untuk pasien OTG dan gejala ringan guna memudahkan masyarakat melakukan isolasi mandiri," jelasnya.

Dikatakannya, saat ini sudah ada dua tower yang dibuka di Rumah Sehat Wisma Atlet, yakni tower 6 dan 7. Adapun masing-masing tower berisi 54 kamar untuk dua orang dengan 100 tempat tidur. "Tower 7 dibuka pada 13 Juli lalu dan sekarang tingkat keterisian bed mencapai 60 persen," paparnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Dinkes Sumsel juga mengantisipasi lonjakan kasus Corona dengan menyiapkan Asrama Haji Palembang. Jika diperlukan, di sana akan ada tiga tower yang dibuka, yakni Tower Makkah, Tower Madinah Dan Tower Jeddah, yang masing-masing memiliki kapasitas 500 tempat tidur dari 270 kamar.

"Asrama Haji ini siap menerima pasien dengan tanpa gejala atau gejala ringan," kata dia.

Untuk Rumah Sehat Jakabaring, dia memastikan juga sudah disiapkan tenaga medis yang bertugas dan juga sarana prasarana yang lengkap. Bahkan obat-obatan serta oksigen untuk penanganan COVID-19 pun disiapkan.

"Sudah lengkap semua, termasuk nakes dan sarana prasarana untuk perawatan isolasi yang memadai. Jadi harapan saya, agar pasien COVID-19 yang tidak memiliki gejala ataupun bergejala ringan tidak langsung ke rumah sakit agar BOR tidak tinggi, melainkan bisa perawatan di tempat isolasi ini saja," tandasnya.

Tingginya angka pasien COVID-19 ini dinilainya lantaran kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya melalui PCR ataupun rapid test antigen yang semakin tinggi. Menurut dr. Trisnawarman hal ini sangat baik, namun bagi mereka yang tidak bergejala ataupun gejala ringan bisa langsung melakukan isolasi mandiri.

"Bagi masyarakat yang ingin isolasi terpusat tidak perlu bingung mencari tempat, bisa langsung ke ke wisma atlet," terangnya.

Ia mengatakan tempat isolasi ini sudah disiapkan Pemprov Sumsel sehingga masyarakat tidak dipungut biaya atau gratis. "Pemprov Sumsel semaksimal mungkin menyiapkan tempat pelayanan bagi masyarakat yang terpapar, jadi tidak perlu khawatir untuk isolasi mandiri disini karena semua sudah disiapkan mulai dari tenaga medis hingga konsumsi," pungkasnya.

Sebagai informasi, masyarakat yang ingin melakukan isolasi terpusat di Rumah Sehat Jakabaring, bisa menghubungi dr Trisnawarman di 0852-7373-7777 atau ke dr Deddy Zulkarnain SpKO di 0813-7330-5515.

(ads/ads)