Halim Perketat Pemeriksaan Usai Pria Bercadar Bawa Tes PCR Istri lolos Terbang

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 13:32 WIB
Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Marsma Nandang Sukarna
Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma, Marsma Nandang Sukarna (Rahmat Fathan/detikcom)
Jakarta -

Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma Marsma Nandang Sukarna mengatakan pihaknya akan memperketat metode pemeriksaan kepada calon penumpang. Hal itu dilakukan setelah seorang pria bercadar berinisial DW lolos dari pemeriksaan kesehatan dengan membawa hasil tes PCR negatif Istrinya.

"Kalau nambah personel saya kira bukan suatu hal yang keharusan, tapi pemeriksaannya saja, metode pemeriksaannya saja yang harus diperketat," kata Nandang saat dihubungi detikcom, Selasa (20/7/2021).

Nandang menuturkan pihaknya sudah menjalankan pemeriksaan sesuai dengan prosedur. Namun pihaknya agak kesulitan untuk meminta calon penumpang membuka penutup hidung atau masker di tengah pandemi COVID-19.

"Ada prosedur yang mungkin kita sudah laksanakan, kalau harus buka masker itu juga bahaya buat petugas kami juga, kalau sekarang varian (virus Corona) Delta misalnya dia terpapar," ujarnya.

Nandang khawatir ada potensi penyebaran virus bila, saat pemeriksaan, calon penumpang diminta membuka masker. Dia mengatakan petugas menjadi serba salah untuk bertindak melakukan pemeriksaan.

"Kalau dia buka masker dengan validasi, itu pun kan ruangan sekitar ruangan publik ya, jadi agak berbahaya dengan varian delta ini. Ini jadi simalakama bagi kami petugas melaksanakan pemeriksaan," tuturnya.

Nandang menjelaskan banyak calon penumpang yang protes jika diminta membuka masker pada saat proses validasi dokumen. Bahkan, kata Nandang, sampai timbul perdebatan.

"Banyak yang protes kayak gitu dengan dibuka masker kemudian dokter paru sendiri di sini sampai 15 menit berdebat hanya tidak mau buka masker," ucapnya.

Lebih lanjut Nandang mengatakan DW saat itu menggunakan masker dan berpenampilan seperti perempuan menggunakan jilbab. Untuk melancarkan aksinya, DW dibantu oleh istrinya lolos dari pemeriksaan kesehatan.

"Sebetulnya bukan pakai cadar, masker. Kerudungnya itu ditutupkan lagi ke arah mulutnya jadi kesannya jadi cadar. Dan dia berlaku seperti seorang perempuan. Jadi gesturnya itu gestur perempuan," kata Nandang.

"Iya dia (istri DW) waktu memvalidasi dokumen kesehatan. Dia memberikan dokumen itu kepada suaminya dia mundur lagi ke belakang dalam CCTV itu dia memberikan dokumen tersebut kepada suaminya, suaminya yang maju untuk masuk ke sana dengan berpakaian ala perempuan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Operasional Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Ternate Muhammad Arif Gani membenarkan kejadian itu. DW diduga Dwi memalsukan dokumen PCR dengan menggunakan nama istrinya, Nurul.

Kebetulan hasil PCR sang istri itu negatif Corona. Maka, terbanglah si DW ini dari Jakarta ke Ternate. Namun fakta terbongkar di Bandara Baabullah Ternate. DW ketahuan saat membuka cadar dan mengganti pakaian kemejanya di dalam toilet pesawat. Ada pramugari yang langsung menghubungi pihak bandara. DW akhirnya ditahan. DW dites usap antigen. Hasilnya, DW positif COVID-19.

"Setelah hasil positif COVID-19 pihak bandara langsung menghubungi tim Satgas Penanganan COVID-19 Kota Ternate, untuk melakukan evakuasi dengan memakai pakaian alat pelindung diri (APD), kemudian dibawa menggunakan mobil ambulans menuju rumah untuk melakukan isolasi mandiri dan akan diawasi oleh petugas Satgas," ujar Arif, Senin (19/7).

Lihat juga Video: Berani Beli Kartu Vaksin dan Swab Palsu? Siap-siap Diciduk!

[Gambas:Video 20detik]




(yld/yld)