Salat di Rumah, Walkot Makassar Bicara Hikmah Kurban dan Pandemi COVID

Ibnu Munsir - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 10:59 WIB
Walkot Makassar Danny Pomanto salat Idul Adha di rumahnya. Danny berpesan ke masyarakat untuk rela berkurban melepas ego dengan cara tidak berkerumun. (Ibnu Munsir/detikcom)
Foto: Walkot Makassar Danny Pomanto salat Idul Adha di rumahnya (Ibnu Munsir/detikcom)
Makassar -

Wali Kota (Walkot) Makassar, Moh Ramadhan 'Danny' Pomanto melaksanakan salat Idul Adha di rumahnya. Di hari Idul Fitri ini Danny berpesan kepada seluruh masyarakat untuk rela 'berkurban' melepas ego dengan cara tidak berkerumun.

"Kita semua sama-sama masih harus terus berjuang untuk lepas dari penularan COVID-19, dengan cara kita mengorbankan egosentris kita, untuk sedikit menyisihkan waktu kita untuk tidak berkerumun," kata Danny di rumah pribadinya, Jalan Amirullah, Mamajang, Makassar, Selasa (20/7/2021).

Idul Adha sendiri merupakan ajang silaturahmi akbar bagi seluruh masyarakat di Kota Makassar. Namun Danny juga meminta masyarakat untuk menahan diri mengingat situasi pandemi COVID-19.

"Seperti yang biasanya di puncak-puncak Idul Adha seperti inilah, tempat silaturahmi akbar bagi seluruh rakyat Makassar, akan tetapi Pemerintah Kota Makassar berinisiasi tadi malam, dengan seluruh alim ulama dan ormas-ormas Islam dan saya kira silaturahmi itu bisa kita lakukan secara teknologi (virtual), maka marilah kita beradaptasi dengan kondisi sekarang, insyaallah," jelasnya.

Walkot Makassar Danny Pomanto salat Idul Adha di rumahnya. Danny berpesan ke masyarakat untuk rela 'berkurban' melepas ego dengan cara tidak berkerumun. (Ibnu Munsir/detikcom)Danny berpesan ke masyarakat untuk rela 'berkurban' melepas ego dengan cara tidak berkerumun. (Ibnu Munsir/detikcom)

Dia mengatakan tidak berkerumun adalah salah satu protokol kesehatan yang harus diterapkan agar pandemi Corona segera berlalu. Dia mengingatkan, jika pandemi telah berlalu, kehidupan bisa kembali normal.

"Kalau Makassar sudah selesai (COVID-19) jangankan salat, buka masker pun bisa, maka dengan itu perjuangan kita, bagaimana kita tidak bisa bebas berkeliaran berkerumun," tambahnya.

Danny juga menyampaikan permohonan maaf atas keputusan salat di rumah. Dia mengatakan 'pengorbanan' untuk tidak berkerumun semoga bisa menekan laju penularan Corona. Sehingga masyarakat bisa sehat dan Makassar terbebas dari COVID-19.

"Izinkan saya menyampaikan terima kasih, mohon maaf kalau ada yang tidak mengenakkan hati, yang memang hari ini harus korbankan sama-sama dan insyaallah pengorbanan seluruh umat Islam di Makassar akan digantikan dengan kesehatan, jauh lebih baik. Minalaidinwalfaizin, mohon maaf lahir batin, insyaallah," tuturnya.

Danny salat Idul Adha bersama keluarga terdekat. Salat ini dipimpin oleh imam Kepala Departemen Agama Kota Makassar, Dr HM Arsyad Ambo Tuo; sementara khatib yakni Ustaz Ashar Tamanggong.

(jbr/jbr)