Idul Adha, KAI Daop 1 Jakarta Hanya Berangkatkan 4-6 Kereta Jarak Jauh

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 20:38 WIB
Ilustrasi kereta api
Ilustrasi kereta api jarak jauh (Foto: PT KAI/Istimewa)
Jakarta -

PT KAI Daop 1 Jakarta membatasi jumlah perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) selama libur Idul Adha 1442 H. Daop 1 hanya memberangkatkan 4 hingga 6 KAJJ dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.

"Setiap harinya, hanya sekitar 4 sampai dengan 5 KAJJ yang berangkat dari Stasiun Gambir dan 5 sampai dengan 6 KAJJ per hari yang diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen. Jumlah KAJJ tersebut dikurangi dari jumlah keberangkatan KA reguler yang dioperasikan pada masa pandemi (sebelum PPKM Darurat)," kata Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7/2021).

Eva menyebut pada masa pandemi sebelum PPKM Darurat biasanya jumlah KAJJ yang beroperasi berkisar 8 hingga 10 kereta setiap harinya, baik dari Stasiun Gambir maupun Pasarsenen. Sehingga, secara keseluruhan jumlah kereta yang beroperasi dimasa pandemi hanya sekitar 40 persen dari program jumlah KA atau yang diberangkatkan pada masa sebelum pandemi.

"Pembatasan jumlah perjalanan tersebut juga dilakukan sepanjang masa libur keagamaan Idul Adha 1442 H yakni mulai tanggal 20 sampai dengan 25 Juli 2021. Pada periode tersebut sejumlah persyaratan perjalanan yang lebih ketat juga diberlakukan," ucapnya.

Sesuai dengan aturan pemerintah perjalanan KAJJ hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal serta untuk kepentingan mendesak dengan usia di atas 18 tahun. Sejumlah persyaratan pun ditetapkan bagi yang diperbolehkan melakukan perjalanan.

Berikut persyaratan calon penumpang KAJJ dari Sektor Kritikal dan Esensial:
1. Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP);
2. Surat keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat;
3. Surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

Pelanggan dengan kepentingan mendesak dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain:
1. Surat rujukan dari rumah sakit;
2. Surat pengantar dari perangkat daerah setempat;
3. Surat keterangan kematian;
4. Surat keterangan lainnya.

"Selain kelengkapan administrasi surat menyurat yang harus ditunjukkan kepada petugas pemeriksa KAI, setiap pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan juga menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan," ucap Eva.

Eva menyebut khusus pelanggan KAJJ di Pulau Jawa harus memiliki bukti telah melakukan vaksin pertama dalam bentuk kartu vaksinasi, e-sertifikat maupun bukti vaksin elektronik lainnya yang menyatakan telah disuntik vaksin minimal vaksin dosis pertama. Menurutnya, syarat kartu vaksinasi dikecualikan bagi pelanggan yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis dan pelanggan dengan kepentingan mendesak.

"Kembali diimbau kepada pengguna KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat saat melakukan perjalanan KA (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, serta memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut," ujarnya.

Sebagai komitmen dan langkah konkrit PT KAI mencegah penyebaran Covid-19, maka disediakan ruang isolasi baik di atas KA maupun di area stasiun jika didapati penumpang dengan gejala terinfeksi Covid-19. Kesiapan penyediaan perangkat pembersih tangan seperti cairan antiseptik dan perangkat cuci tangan yang dilengkapi sabun dipastikan selalu tersedia dan berfungsi baik disetiap sudut stasiun dan di atas KA. Seluruh area dan perangkat yang rentan disentuh banyak orang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara rutin setiap 30 menit sekali.

Tonton video 'Libur Idul Adha, Daop 1 Jakarta Hanya Berangkatkan 4-6 KA Jarak Jauh':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/dnu)