Polisi Tangkap Penjual Surat Antigen Palsu di Pelabuhan Merak Banten

M Iqbal - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 16:15 WIB
ilustrasi surat
Ilustrasi (Thinkstock)
Cilegon -

Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Merak mengungkap kasus jual-beli surat antigen palsu di Pelabuhan Merak, Banten. Pemakai surat antigen palsu mayoritas adalah sopir mobil pikap.

Pengungkapan berawal saat polisi yang memeriksa surat keterangan bebas COVID-19 sebagai syarat menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Polisi mencurigai salah satu sopir yang menunjukkan surat tersebut dengan stempel palsu.

"Kronologisnya sewaktu saya menjaga di pos penyekatan itu diperiksa yang pertama surat antigen. Begitu ketika memperlihatkan surat antigen saya curiga karena stempelnya stempel scan-an. Setelah saya tanya mengakui bahwa dia menggunakan surat antigen palsu hasil scan-an, bayarnya Rp 100 ribu untuk mendapatkan itu," kata Kapolsek KP Merak AKP Deden Komarudin kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Usai menemukan surat palsu itu, sopir dibawa ke kantor Polsek KP Merak untuk diperiksa. Polisi mendapat keterangan dari sopir dan menangkap penjual surat antigen palsu.

"Saya tangkap langsung, tertangkapnya di penyekatan. Begitu dapat dibawa ke kantor, diminta keterangan mengakui kemudian pengurusnya namanya Sumade dipanggil ke kantor mengakui juga," ucapnya.

Polsek KP Merak kemudian melimpahkan kasus tersebut ke Satreskrim Polres Cilegon. Kasus pun dikembangkan dan menemukan setidaknya 3 kasus surat antigen palsu di Pelabuhan Merak sejak Minggu (18/7) kemarin.

"Kejadian sekitar jam 03.00 WIB pagi. Tadi malam udah 2 kasus surat antigen palsu, kita proses juga. Semuanya sopir Mitsubishi pikap," ujarnya.

Deden mengimbau agar pengguna jasa kapal feri yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bakauheni tidak main-main dengan syarat yang harus dibawa ketika menyeberang.

"Imbauannya jangan main-main karena surat edaran sudah ada dari Kemendagri juga sudah ada, surat edaran dari Satgas COVID juga sudah ada," kata dia.

(fas/fas)