STRP Berlaku, Pengguna KRL di Stasiun Pondok Ranji Turun Drastis

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 12:57 WIB
Kepala Stasiun (KS) Pondok Ranji, Wahyudi
Kepala Stasiun (KS) Pondok Ranji, Wahyudi (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Calon penumpang yang akan naik KRL wajib membawa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) selama masa PPKM Darurat. Akibatnya, jumlah penumpang KRL di Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan (Tangsel) menurun drastis.

Kepala Stasiun (KS) Pondok Ranji Wahyudi mengatakan pada Minggu (18/7) kemarin tercatat ada 994 penumpang yang lalu-lalang. Padahal, selama pandemi COVID-19, Stasiun Pondok Ranji biasa melayani 17 ribu penumpang.

"Jauh sekali (penurunan penumpang akibat STRP). Menurunnya hampir 60%. Kemarin aja Minggu (18/7) nggak nyampe 1.000. Cuma 994. Selama pandemi penumpang per hari sekitar 17 ribu. In dan out," ujar Wahyudi saat ditemui di Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Senin (19/7/2021).

Untuk penurunan jumlah penumpang kemarin, Wahyudi menilai kebanyakan warga yang ingin jalan-jalan malas menggunakan jasa KRL karena ribet. Menurutnya, hari Sabtu dan Minggu warga tidak memiliki kepentingan, seperti berangkat kerja, sehingga sepi penumpang.

"Ya betul. Karena memang nggak ada kepentingan kayak hari kerja, cuma untuk jalan-jalan atau ketemu saudara. Daripada ribet mending nggak usah," tuturnya.

Lebih lanjut, Wahyudi mengungkapkan saat ini sudah semakin banyak warga yang tahu bahwa naik KRL harus membawa STRP. Di hari pertama pemberlakuan STRP, Wahyudi mengklaim Stasiun Pondok Ranji menolak 80% penumpang karena mereka tidak tahu keberadaan STRP.

"Kalau untuk jumlah penumpang sendiri itu memang ada penurunan. Penurunan untuk yang bawa surat pun hampir dari hari pertama hampir 80% mereka belum tahu untuk cara naik kereta, kok ada perubahan seperti ini. Itu hari pertama," kata Wahyudi.

"Sekarang ya ada peningkatan (yang tahu STRP). Karena mereka sudah mulai paham mungkin lihat dari TV, media. Kalau dari hari pertama sampai sekarang ada perubahan sih. Sudah mulai paham, pada tahu penumpang untuk naik kereta itu harus ada surat tersebut," sambungnya.

Dalam kesempatan berbeda, calon penumpang KRL bernama Alif (20) yang mengaku bekerja sebagai kuli ditolak naik KRL. Dia mengaku tidak memiliki STRP, tapi memiliki surat keterangan dari RT.

"Nggak bisa (masuk). Harus ada STRP. Padahal saya bawa surat pengantar RT, aneh dah. Kemarin perasaan boleh," tukas Alif saat ditemui di Stasiun Sudimara.

Alif menjelaskan dirinya ingin pulang ke Maja, Banten, lantaran besok hari libur Idul Adha 2021. Alif ingin mencari stasiun lain yang petugasnya memiliki hati nurani.

"Mau coba ke stasiun lain. Siapa tahu lebih punya nurani," ucapnya.

(yld/yld)