Tokopedia Siap Laporkan Penjual Produk Kesehatan Palsu ke Polisi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 10:38 WIB
Ilustrasi UI/UX
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Perusahaan teknologi besutan anak bangsa Tokopedia akan mengambil langkah hukum terhadap penjual produk kesehatan palsu, seperti vitamin, obat-obatan, dan oximeter di platformnya. VP of Legal Tokopedia Trisula Dewantara mengatakan pihaknya akan melaporkan penjual yang kedapatan melanggar tersebut polisi.

"Tidak hanya ditutup tokonya, penjual yang terbukti melanggar bisa dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Kami terus bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memproses penjual-penjual seperti ini," ujar Trisula dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/7/2021).

Selain itu, dia menyebut Tokopedia juga bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) dalam melakukan pengawasan terhadap peredaran, pengiriman, promosi, serta iklan penjualan obat dan makanan. Dengan begitu diharapkan dapat memperkuat perlindungan kepada konsumen.

Menurutnya, Tokopedia dan BPOM RI telah lama untuk berkolaborasi dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih teliti saat bertransaksi sehingga tidak terjebak produk obat-obatan ilegal.

Trisula juga mengimbau masyarakat agar lebih jeli membaca review produk sebelum bertransaksi. Atau bisa dengan mengunjungi Tokopedia Peduli Sehat untuk mendapatkan produk-produk kesehatan yang sudah terkurasi. Adapun apabila sudah melakukan pembelian, namun pesanan yang sampai ternyata tidak sesuai, pengguna Tokopedia bisa melakukan retur produk.

"Jangan klik tombol 'Selesai' jika produk yang diperoleh tidak sesuai atau terindikasi palsu. Segera laporkan transaksi tersebut dengan klik 'Komplain' dan sertakan bukti seperti foto atau video ketika barang diterima. Tim kami akan membantu menindaklanjutinya sesuai prosedur," jelasnya.

Diungkapkan Trisula, sebelumnya Tokopedia juga sudah menetapkan kebijakan pengendalian harga dan menindak tegas penjual yang memasang harga produk di atas kewajaran. Langkah ini dinilainya sejalan pula dengan keputusan Menkes nomor HK.1.7/Menkes/4826 tahun 2021 tentang harga eceran tertinggi (HET) 11 obat yang banyak digunakan selama pandemi COVID-19.

Meski marketplace Tokopedia bersifat user generated content (UGC), artinya setiap pihak bisa mengunggah produk secara mandiri, namun dirinya memastikan Tokopedia juga terus berupaya melakukan langkah kooperatif. Tujuannya tidak lain agar setiap aktivitas dalam platform Tokopedia tetap sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Upaya bersama ini sangat dibutuhkan demi menjaga akses terhadap produk kesehatan yang lebih aman terutama di tengah situasi darurat seperti ini. Penanganan pandemi COVID-19 adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat," tukasnya.

Dia menambahkan Tokopedia di sisi lain memiliki kebijakan produk apa saja yang bisa diperjualbelikan di aturan penggunaan platform Tokopedia bagian K. Tokopedia juga memiliki fitur Pelaporan Penyalahgunaan. Masyarakat bisa melaporkan produk atau toko yang melanggar aturan melalui fitur tersebut. Cara melapor bisa dilihat di sini.



Simak Video "Tokopedia Dinobatkan Sebagai E-Commerce dengan Tampilan Terbaik"
[Gambas:Video 20detik]
(akd/ega)