Round-Up

Deretan Perlawanan Pedagang ke Aparat Selama PPKM Darurat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 07:19 WIB
Sejumlah warga memilih mudik saat ketatnya penerapan kebijakan PPKM Darurat oleh pemerintah. Seperti terlihat di agen bus ini.
Ilustrasi (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah menetapkan PPKM Darurat di sejumlah daerah dari tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Selama itu juga, pelaku usaha yang melanggar PPKM Darurat ditertibkan petugas.

Namun, penertiban tak berjalan mulus, ada perlawanan yang diberikan pelaku usaha kepada petugas. Dirangkum detikcom, Sabtu (17/7/2021), berikut deretan perlawanan pelaku usaha ke petugas selama PPKM Darurat:

1. Pedagang Pasar Klitikan Solo Nekat Jualan-Adang Satpol PP

Sejumlah pasar tradisional di Solo harus tutup selama PPKM Darurat, salah satunya Pasar Klitikan Notoharjo, Mojo, Pasar Kliwon. Meski pasar perlengkapan otomotif itu tutup, para pedagang masih nekat berjualan di luar pagar.

Salah satu pedagang, Mulawarman, mengatakan mereka menggeser lapak ke luar pagar akibat penutupan selama PPKM Darurat. Terlihat di pagar pasar sudah ditempeli spanduk larangan berjualan selama 3-20 Juli 2021.

"Ini kan dilarang berjualan, ditutup. Kita inisiatif buka di luar saja," kata Mulawarman kepada wartawan, Minggu (4/7).

Petugas Satpol PP pun sempat mendatangi lokasi. Namun pedagang tidak terima jika harus dibubarkan, sehingga sempat terjadi cekcok antara pedagang dengan petugas.

"Personel sampai lokasi langsung diadang massa, kekuatan kita tidak penuh karena hanya mengecek lokasi. Dengan pengadangan ini, petugas langsung kita tarik dan evaluasi," ujar Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan.

Namun dia memastikan kejadian tersebut tidak akan terjadi lagi. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk menangani para pedagang yang nekat berjualan selama PPKM Darurat.

2. Ricuh di Surabaya Berawal dari Provokasi Pemilik Warkop

Operasi PPKM Darurat di Bulak Banteng, Kenjeran, Surabaya berlangsung ricuh. Polisi menyebut kericuhan itu karena ada provokasi usai 13 warga diamankan saat terjaring operasi yustisi.

Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan ke-13 warga itu terjaring operasi karena tidak memakai masker. Setelah itu polisi juga akan menindak warung kopi yang kedapatan melanggar jam buka.

"Iya, rencananya mau mengamankan untuk melakukan sidang di tempat. Tapi mereka terprovokasi dan melawan petugas," tutur Gatot kepada detikcom, Senin (11/7).

operasi ppkm di surabaya ricuhOperasi PPKM di Surabaya ricuh (Tangkapan layar)

Saat akan menindak warung itu, lanjut Gatot, pemilik warung ternyata melawan dan terjadi perdebatan dan cekcok dengan petugas. Karena hal itu, kemudian massa mulai berkumpul dan mulai melempari petugas.

"Pemilik warkop tidak terima karena warungnya akan ditindak. Sehingga cekcok dan mengundang warga lainnya keluar dan berkumpul. Karena semakin banyak mereka kemudian melempari petugas dan mobil patroli," kata Gatot.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Lihat juga Video: Exit Tol Boyolali Ditutup 24 Jam

[Gambas:Video 20detik]