Mobilitas Sektor Industri Masih Tinggi, Luhut Minta Penegakan PPKM Darurat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 23:22 WIB
Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Foto: Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan (YouTube Menko Marves)
Jakarta -

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, masih menemukan beberapa wilayah khususnya sektor industri yang masih tinggi mobilitasnya di malam hari. Luhut meminta penegakan disiplin implementasi PPKM Darurat dari sektor industri diperketat.

"Perlu diwaspadai, di Karawang sudah muncul klaster COVID-19 dari kawasan industri. Saya minta pengetatan dan tidak memberikan celah untuk pelanggaran yang tidak sesuai aturan berlaku," ungkap Luhut dalam keterangannya, Jumat (16/7/2021).

Mobilitas tinggi di sektor industri tersebut diketahui lewat peningkatan intensitas cahaya malam hari. Indikator ini didapat berdasarkan gambar pencitraan dari satelit NASA/NOAA yang mengukur aktivitas dan pergerakan masyarakat pada malam hari melalui intensitas cahaya.

Temuan di lapangan, ditemukan pabrik di sektor esensial yang mengaktifkan sif malam sehingga jumlah karyawan masuk dalam 24 jam tetap 100 persen. Hal ini menyebabkan indeks cahaya malam di kota/kabupaten yang memiliki aktivitas meningkat signifikan.

Menko Kemaritiman dan Investasi ini meminta kepada Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk mengawasi lebih ketat pelaksanaan di lapangan serta mengevaluasi penerbitan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI).

"Saya juga meminta kepada kepolisian agar mengawasi implementasi ini dengan mengacu pada panduan umum dan sektor yang masuk di sektor kritikal dan esensial sesuai pada Instruksi Mendagri," terang Luhut.

Arahan ini diberikan karena masih ada temuan di lapangan bahwa banyak perusahaan yang merubah IOMKI mereka dari sektor esensial menjadi kritikal supaya mendapatkan akses 100 persen WFO (bekerja dari kantor/perusahaan).

Selain pengetatan, Luhut meminta agar diberlakukan percepatan vaksinasi gotong royong di sektor industri. Dia juga meminta protokol kesehatan diterapkan secara ketat kepada pelaku industri.

"Vaksin gotong royong kita terus push untuk bisa vaksin langsung di pabrik-pabrik industri, khususnya daerah DKI Jakarta," tambah Menko Luhut.

Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 15 Tahun 2021 tentang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali pada diktum ketiga, bahwa pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial diberlakukan 25 hingga 50 persen maksimal staf work from home. Sedangkan, pada sektor kritikal diberlakukan 100 persen maksimal staf work from office.

Pemerintah menargetkan penurunan mobilitas dan aktivitas masyarakat selama PPKM Darurat turun 30-50 persen. Dalam analisis historis, angka tersebut dapat menekan lonjakan kasus yang terjadi dalam sebulan ini.

(jbr/rfs)