Ketua Komisi I Minta Kemlu Pastikan WNI di Luar Negeri Dapat Vaksin

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 11:17 WIB
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid.
Foto: dok. Golkar
Jakarta -

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memperhatikan kesehatan dan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri di tengah kasus COVID-19. Menurutnya, Kemlu melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) harus memberikan perhatian penuh terhadap kondisi WNI.

Ia juga meminta, Kemlu memastikan WNI dapat memperoleh akses vaksin. Untuk itu, kata dia, Kemlu bisa memaksimalkan fungsi Kedubes maupun Konjen guna mendata WNI yang sudah dan belum mendapat vaksin.

"Vaksin sangat penting bagi WNI di luar negeri agar mereka bisa lebih fokus dalam belajar maupun bekerja. Apalagi jumlah WNI yang menjadi penyumbang devisa jumlahnya sangat banyak," ujar Meutya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Sebelumnya, mengacu pada data badan Kesehatan dunia (WHO), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan bahwa kasus COVID-19 di berbagai dunia mengalami peningkatan.

Retno menyebutkan, dalam empat minggu terakhir dunia menghadapi kenaikan kasus COVID-19 secara terus-menerus di hampir semua kawasan. Retno juga mengungkapkan, hingga minggu lalu, kasus COVID-19 di dunia mengalami kenaikan 12% dan kasus di kawasan ASEAN naik 37,4%.

Selain itu, beberapa negara di kawasan Eropa mengalami kenaikan ratusan persen, bahkan terdapat negara yang mengalami kenaikan 510 persen.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menyampaikan hal tersebut. Menurut Tedros, bukan hanya kasus COVID-19 yang melonjak, namun kasus kematian akibat COVID-19 juga meningkat dalam seminggu terakhir secara global. Padahal, sebelumnya kasus kematian sempat menurun selama 10 minggu. Data Worldmeters menunjukkan, tanggal 15 Juli jumlah kematian akibat COVID-19 di seluruh dunia mencapai 4.073.749 orang.

Adapun Anggota Fraksi Partai Golkar menegaskan bahwa Kemlu harus memberi perhatian lebih terhadap WNI yang tinggal di negara dengan angka kasus COVID-19 yang sangat tinggi, seperti Brazil (57.664 kasus harian), Inggris (42.302 kasus), India (41.854 kasus), Amerika Serikat (35.445 kasus), dan Spanyol (26.390 kasus). Sebab, kata dia, tidak sedikit WNI yang berada di negara-negara tersebut.

"Di negara tersebut, kemungkinan WNI terpapar virus tentu lebih besar dibandingkan di negara lain. Yang jelas, berapa pun jumlah WNI yang ada di negara-negara tersebut, merupakan kewajiban bagi negara untuk melindungi mereka sebagai bentuk kehadiran negara. Para Duta Besar perlu diminta untuk siaga penuh menghadapi tren lonjakan COVID-19 dunia." ujar Meutya.

(ega/ega)