PBNU Imbau Dana Kurban Dialihkan untuk Warga Terdampak COVID-19

Dwi Andayani - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 10:23 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (kedua kanan) didampingi Wakil Ketua Umum Maksum Mahfudz (kanan), Ketua Abdul Manan Ghoni (kiri) dan Ketua Robikin Emhas (kedua kiri) memberikan pernyataan sikap tentang kasus perairan Natuna di gedung PBNU, Jakarta, Senin (6/1/2020).
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau khususnya kepada warga nahdliyin untuk mengalihkan dana kurban Idul Adha 1442 H. Dana kurban ini diminta digunakan membantu warga terdampak COVID-19.

Imbauan ini tertuang dalam Surat Edaran PBNU 4162/C.I.34/07/2021 pada nomor 5 poin C. Dalam poin itu disebutkan pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat salah satunya masalah sosial-ekonomi.

"Pandemi COVID-19 telah menimbulkan dampak buruk di masyarakat terutama timbulnya masalah sosial-ekonomi. Oleh karena itu, PBNU mengimbau warga nahdliyin yang memiliki kemampuan secara ekonomi agar mendonasikan dana yang akan belikan hewan untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19," isi surat edaran yang dilihat detikcom, Jumat (16/7/2021).

Surat edaran ini diterbitkan pada 28 Dzulqa'dah 1442 H atau pada 9 Juli 2021. Dengan ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil.

PBNU juga mempersilakan bagi warga yang berkemampuan bila ingin tetap membeli hewan kurban serta membantu warga terdampak COVID-19. Hal ini tertuang dalam poin d di surat edaran tersebut.

"Warga nadliyin yang memiliki kemampuan untuk berdonasi dalam rangka membantu penanggulangan dampak COVID-19, dan juga memiliki kemampuan untuk melaksanakan kurban dipersilakan untuk melaksanakan keduanya," tulis surat edaran tersebut.

Selain itu, surat edaran memuat bahwa tempat-tempat yang dinyatakan aman dari COVID-19 oleh pemerintah setempat dan satgas COVID-19 dapat melaksanakan Solat Idul Adha di Masjid/Mushalla dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Sedangkan daerah yang menjalankan protokol kesehatan diminta untuk tidak melaksanakan salat di Masjid/Mushalla atau lapangan.

Lihat Video: MUI: Maksimalkan Penyembelihan Kurban di Rumah Potong Hewan

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/fjp)