Cegah Korban Lain, Polisi Minta Takedown Konten 'Malaikat Maut' Hadang Truk

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 06:02 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Bekasi -

Remaja berinisial FA (13) tewas tertabrak truk di Bekasi, gara-gara membuat konten video 'challenge malaikat maut' dengan menghadang truk yang melintas di jalan raya. Demi mencegah adanya korban lain, polisi pun segera mengajukan takedown atas konten berbahaya tersebut.

"Kemarin kasat lantas sudah komunikasi dengan kami dan kami berusaha untuk men-takedown video tersebut terkait masalah viralisasinya. Kan itu nanti dapat memicu karena konten-konten itu," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Andi Oddang, kepada detikcom, Kamis (15/7/2021).

Andi mengatakan ada sejumlah video aksi menghadang truk para remaja tersebut yang bakal di-takedown. Permintaan takedown telah diajukan secara lisan ke server yang menjadi tempat penyebaran video itu. Namun nantinya polisi juga akan mengirim surat secara resmi.

"7 (video) sudah kita upayakan untuk di-takedown ke server. Cuma baru secara lisan karena untuk dasar kita takedown ke reskrimnya kan belum ada (laporan polisi) nih, tapi kita udah upaya komunikasi secara lisan dengan servernya," ucapnya.

Dia membeberkan alasan polisi mengajukan takedown terhadap video tersebut. Menurutnya, hal itu dilakukan agar tak lagi menjadi konsumsi publik.

"Supaya tidak viral, dalam artian gini agar tidak memicu orang lain berbuat yang sama karena mencari konten kan. Jadi jangan sampai membuat keresahan dari warga yang lain, kita pencegahan," katanya.

Ikut Challenge 'Malaikat Maut'

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Argo Wiyono mengungkapkan remaja FA dkk saat itu sedang membuat konten 'challenge malaikat maut' dengan menyetop trukyang melintas di jalan raya.

"Di TikTok itu ada 'challenge malaikat maut', jadi mereka itu kayak seolah-olah mau ditabrak, dia minggir," kata Argo.

Berdasarkan keterangan teman-teman FA, mereka sudah membuat delapan video konten serupa pada hari tewasnya FA pada Minggu (10/7). Polisi menemukan tujuh video yang sudah di-uploadke media sosial.

"Jadi di tujuh video yang kita dapatkan, jadi mereka itu lompat ke tengah, mobilnya kan ngerem mendadak tuh, habis itu mereka pergi kabur," katanya.

Anak-anak tersebut membuat konten yang menantang maut itu hanya karena ingin terkenal.

"Kalau dari versi saksi, temannya itu niatnya hanya ingin terkenal supaya viral,itu kan membahayakan," ucapnya.

Saat ini polisi masih menyelidiki insiden tersebut. Polisi juga telah meminta keterangan teman-teman korban dan keluarganya.

Lihat juga Video: Respons YouTube Soal Banyaknya Konten Jurnalisme Warga di Platformnya

[Gambas:Video 20detik]



(fas/knv)