Menlu Ungkap Pasokan Vaksin COVID-19 Global Bakal Membaik pada September

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 16:29 WIB
Retno Marsudi
Menlu Retno LP Marsudi (Foto: kpcpen)
Jakarta -

Menlu RI, Retno LP Marsudi, mengungkapkan pasokan vaksin COVID-19 global bakal lebih baik pada September 2021. Perkiraan itu muncul setelah pertemuan COVAX AMC Engagement Group.

"Setitik harapan dunia muncul, GAVI pada pertemuan COVAX AMC Engagement Group pada tanggal 12 Juli menyampaikan harapan besar bahwa situasi pasokan vaksin global diperkirakan akan lebih baik sekitar bulan September, Oktober, dan seterusnya," kata Retno dalam pernyataan pers, Kamis (15/7/2021).

Retno mengatakan kenaikan kasus COVID-19 tak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah negara di dunia juga mengalami lonjakan drastis kasus Corona.

"Dirjen WHO baru-baru ini menyampaikan bahwa selama 4 minggu terakhir dunia menghadapi kenaikan kasus secara terus-menerus di hampir semua kawasan. Jumlah kematian global juga minggu ini mulai naik kembali setelah 10 minggu secara berturut-turut mengalami penurunan," ujar Retno.

"Hingga minggu lalu misalnya kasus dunia naik 12 persen kawasan ASEAN naik 37,4 persen, beberapa di kawasan Eropa naik ratusan persen, bahkan terdapat negara yang mengalami kenaikan 510 persen. Dirjen WHO pada tanggal 14 Juli 2021 menyampaikan bahwa varian Delta yang menjadi faktor utama, kenaikan kasus saat ini dan telah menyebar di 111 negara," sambung Retno.

Retno mengutip pernyataan WHO soal dua hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi kenaikan kasus COVID-19. Pembatasan mobilitas dan vaksinasi harus terus dilakukan.

"Pertama pembatasan mobilitas dan kedua melakukan percepatan vaksinasi. Nah dalam kaitan dengan Indonesia saat ini pembatasan mobilitas tengah dilakukan pemerintah melalui PPKM darurat dan di saat yang sama pemerintah juga terus mengupayakan percepatan vaksinasi," ujar Retno.

Retno menyampaikan pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan pasokan vaksin. Dia juga berbicara mengenai kesetaraan vaksin bagi seluruh negara di dunia.

(knv/fjp)