Pemerintah: Kami Hadir di Rumah, Rakyat Jangan Bingung Isu Kekurangan Obat

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 11:10 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan keterangan pers saat menyambut kedatangan vaksin COVID-19 di Teminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). Sebanyak delapan juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac kembali tiba di Indonesia dan selanjutnya akan dilakukan proses produksi oleh Bio Farma. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.
Menteri BUMN Erick Thohir (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta -

Pemerintah mulai hari ini membagikan paket obat gratis kepada warga positif COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri. Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan program ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk rakyat.

"Tentu hal ini juga menjaga tadi yang disampaikan Bapak Presiden, bahwa negara hadir untuk rakyat," kata Erick dalam Peluncuran Paket Obat Isoman Gratis untuk Rakyat, yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Kamis (15/7/2021).

Erick menegaskan, dengan obat gratis ini, pemerintah ingin rakyat Indonesia segera sembuh dari COVID-19. Pemerintah, lanjutnya, juga ingin memastikan ketersediaan obat untuk rakyat.

"Kita mau rakyat segera sembuh dari COVID-19. Kita mau rakyat tidak kebingungan dengan adanya isu-isu bahwa kekurangan obat, makanya kita penetrasi dengan obat gratis ini secara baik," tuturnya.

Erick pun berharap masyarakat bersabar. Dia memastikan obat gratis ini akan dibagikan secara langsung dari rumah ke rumah.

"Karena itu, kami berharap semua. Apalagi sekarang TNI sudah turun. Kita mengharapkan rakyat sabar, kita akan hadir di rumah masing-masing dengan tadi cara-cara yang tepat dan sesuai dengan standar yang sudah ada di Kemenkes dan BPOM," kata Erick.

Cek Kesediaan Obat di Situs Kemenkes

Erick mengatakan warga kini juga bisa mengecek ketersediaan obat di apotek yang berada di bawah BUMN melalui situs di Kemenkes.

"Kami tentu bersama Kemenkes sudah me-launching website yang ada di Kemenkes, di mana warga bisa melihat kesediaan obat yang ada di apotek-apotek di bawah untuk kimia Farma atau di bawah Kementerian BUMN," ujarnya.

Dia mengungkapkan saat ini BUMN juga terus berupaya memproduksi obat-obatan yang dibutuhkan. Hal ini untuk menjaga ketersediaan obat bagi masyarakat.

"Kami juga terus memproduksi obat-obat yang diperlukan sesuai dengan standar Kemenkes dan BPOM. Kemarin sudah BPOM mengeluarkan delapan jenis obat. Kita terus mengadakan dan mendistribusikan, apalagi kemarin Kemenkes juga sudah menerbitkan aturan bahwa beberapa obat ini bisa diakses oleh publik. Hal ini yang kita utamakan adalah tadi kesediaan obat untuk masyarakat yang didukung oleh banyak kementerian," tutur Erick.

(mae/fjp)