584 Ulama Meninggal Akibat COVID-19, Masyarakat Diajak Taubat

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 20:53 WIB
La Nyalla Mattalitti
Foto: DPD
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengajak warga di lingkungan pesantren untuk lebih waspada terhadap COVID-19. Pasalnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut hingga 4 Juli 2021 sebanyak 584 ulama meninggal dunia akibat virus Corona.

Menurutnya, data tersebut menunjukkan kenaikan angka penularan secara signifikan di kalangan kiai dan pengasuh pesantren, terutama di wilayah Madura. Kondisi yang sama juga terjadi di wilayah Jawa Tengah, seperti Pati, Kudus, Demak, dan Jepara.

"Hampir 600 ulama meninggal di tengah pandemi COVID-19, dan saya yakin daftarnya masih bertambah mengingat lonjakan kasus COVID semakin tinggi. Saya sungguh berduka atas kepergian banyak ulama, guru-guru kita. Belasungkawa saya ucapkan secara khusus kepada keluarga para ulama yang gugur tersebut," ujar LaNyalla dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

Senator asal Jawa Timur itu menjelaskan kondisi ini semakin diperparah dengan munculnya varian baru COVID. Untuk itu, LaNyalla berharap para ulama, khususnya yang berada di lingkungan pesantren agar selalu waspada.

"Kehadiran varian baru virus COVID turut memberikan sumbangsih yang besar terhadap penularan COVID. Oleh karenanya saya mengimbau agar pondok pesantren meningkatkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi jatuhnya korban dari kalangan ulama," jelasnya.

Ia pun meminta agar para ulama tetap menjaga imun serta mengikuti anjuran pemerintah, terutama selama periode PPKM Darurat.

"Saya memahami kondisi PPKM Darurat memang tidak ideal, karena mempersempit ruang ulama untuk berdakwah. Tapi keadaan ini menjadi salah satu ikhtiar yang perlu dilakukan agar wabah ini membaik, sehingga kita bisa cepat keluar dari pandemi," terangnya.

Mantan Ketua Umum PSSI tersebut juga mendukung seruan MUI Jatim yang mengajak masyarakat untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat agar dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya memperbanyak doa dan membaca selawat.

"Mari kita berdoa agar Allah memberikan jalan yang mudah kepada kita untuk segera mengakhiri wabah penyakit ini. Perbanyak ibadah dan kuatkan iman agar kita terus kuat menghadapi pandemi," tandasnya.

Selain itu, LaNyalla juga berpesan kepada ulama dan masyarakat pesantren yang terpapar COVID-19 agar bersikap rida dan bersabar. Serta selalu berpikiran positif sehingga bisa meningkatkan imunitas agar bisa segera pulih.

"Kita harus berserah dalam menghadapi cobaan ini sambil terus melakukan berbagai ikhtiar, karena percayalah, Allah tidak akan menguji di atas kemampuan umat-Nya. Seorang Muslim yang baik juga akan mencari informasi yang valid terhadap penanggulangan COVID sehingga tidak mudah dipengaruhi atau percaya terhadap kabar-kabar hoax yang bisa menimbulkan kemudaratan," pungkasnya.

Simak video 'Data Sebaran 54.517 kasus Baru Covid-19 RI, Jabar Kedua Setelah DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(mul/ega)