Round-Up

Anggapan Rasis Ditepis karena Risma Sayang Papua

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 20:34 WIB
TAG : birojabar

Mensos Tri Rismaharini mendapati dapur umum di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, kekurangan kompor gas. Risma pun bergegas naik mobil untuk mencari kompor tambahan
Menteri Sosial Tri Rismaharini (Wisma Putra/detikcom)
Jakarta -

Menteri Sosial Tri Rismaharini dianggap rasis gara-gara mengancam akan memindahkan ASN di Balai Wyata Guna, Bandung, ke Papua karena dianggap tak becus bekerja. Tudingan rasis itu akhirnya ditepis anak buah Risma.

Tuduhan Risma berbuat rasis terkait Papua berawal saat Risma melakukan kunjungan kerja ke Kota Kembang, pada Selasa (13/7/2021). Dia mengumpulkan ASN yang bertugas di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat, lalu memarahi para ASN karena tidak bekerja dengan baik.

Risma mengaku kecewa saat para petugas Tagana berjibaku di dapur umum. Sedangkan para ASN di Balai Wyata Guna malah bekerja di dalam kantor.

Risma meminta para ASN di Balai Wyata Guna membantu teman-teman Tagana di dapur umum agar pekerjaan cepat selesai. Jadi, kata dia, pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik.

"Tolonglah, rakyat susah saat ini. Teman-teman itu masih beruntung, setiap bulan ada gaji. Coba yang jualan di luar, gimana mau ngasih makan mereka kalau masak gitu aja modelnya. Masak telur saja kayak gitu modelnya. Tolong belajar, teman-teman ini bekerja di Kementerian Sosial, paham?" ucap Risma.

Bahkan Risma juga tidak akan segan, jika ada ASN yang tidak becus dalam menjalankan pekerjaannya, akan dipindahkan ke Papua.

"Saya nggak bisa pecat orang, tapi saya bisa pindahin ke Papua," kata Risma.

Pembelaan Kemensos

Buntut pernyataannya itu, Risma dituduh berbuat rasis terhadap Papua. Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat menyebut Risma tidak bermaksud merendahkan Papua. Dia menegaskan bahwa Risma sebenarnya sangat menyayangi Papua.

"Tadi pagi kami dialog dengan Ibu Menteri dan ibu tidak berpikir begitu. Ibu itu sangat sayang dengan Papua itu, beliau itu punya track record sangat baik dengan Papua," kata Harry Hikmat di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (14/7/2021).

Harry mengatakan rekam jejak Risma di Tanah Papua tidak diragukan lagi. Sebab, kata dia, Risma dijuluki 'mamanya Papua' oleh para tokoh dan masyarakat Papua.

"Silakan tanya ke tokoh-tokoh Papua bagaimana seorang Bu Risma itu sudah menjadi 'mamanya Papua' gitu loh, sekarang pun sebagai posisi sebagai menteri," ucap Harry

Harry menegaskan rekam jejak Risma telah terlihat saat menjabat Wali Kota Surabaya, Jawa Timur. Harry menyebut kala itu Risma selalu memikirkan masalah di Papua dan turut membantu menyiapkan segala kebutuhannya.

"Dulu sebagai wali kota, beliau suka cerita, bagaimana membantu Papua dia dari Surabaya, apalagi sekarang di Kemensos, banyak sekali masalah kemanusiaan yang harus dihadapi di Papua itu dan ibu terpanggil menugaskan kita-kita ini untuk bekerja menyiapkan bukan hanya tanggap darurat kalau ada bencana bahkan sampai pasca tanggap darurat," ungkapnya.

Simak video 'Kemensos Tepis Tudingan Dugaan Rasisme Risma ke ASN: Dia Mamanya Papua':

[Gambas:Video 20detik]



(fas/fas)